BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menulis skripsi merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh mahasiswa tingkat akhir, namun, menurut Universitas Pasundan (Unpas), ada sejumlah kesalahan umum yang masih kerap dilakukan mahasiswa dalam proses penyusunannya.
Hal tersebut diungkapkan melalui laman resmi unpas.ac.id, sebagai bentuk edukasi agar mahasiswa dapat menyusun skripsi yang lebih berkualitas dan sesuai kaidah akademik.
Salah satu kesalahan yang disorot adalah penyusunan latar belakang yang kurang fokus.
Latar belakang yang tidak tajam dapat mengaburkan tujuan penelitian dan membuat pembaca kesulitan memahami konteks masalah.
Oleh karena itu, penting untuk menyajikan data pendukung yang relevan.
Selain itu, pemilihan teori yang tidak tepat juga menjadi catatan penting. Teori berperan sebagai landasan dalam penelitian. Sehingga jika tidak sesuai dengan rumusan masalah, maka akan merusak struktur logika dan analisis dalam skripsi.
Jumlah tinjauan pustaka yang sedikit dan tidak kredibel turut menjadi perhatian. Kekurangan ini menunjukkan lemahnya kajian literatur yang dilakukan mahasiswa.
Padahal, referensi yang relevan dan terpercaya merupakan komponen penting dalam memperkuat argumen penelitian.
Kesalahan lain yang sering terjadi adalah ketidaktepatan dalam memilih metode penelitian, baik kuantitatif maupun kualitatif.
Metode yang tidak sesuai dengan jenis dan tujuan penelitian akan menyulitkan dalam pengolahan data.
Yang tak kalah penting, Unpas juga menyoroti bahaya plagiarisme dalam penulisan akademik.
Tindakan ini tidak hanya mencoreng etika ilmiah, tetapi juga berisiko serius, seperti pencabutan gelar.
Di luar substansi, kesalahan teknis juga kerap ditemukan, seperti penggunaan huruf kapital yang keliru, typo, penomoran yang tidak rapi, serta format alinea yang tidak konsisten.
“Skripsi adalah cerminan kemampuan akademik mahasiswa, oleh karena itu harus disusun secara teliti dan penuh tanggung jawab,” tulis Unpas dalam artikelnya. (han)







