CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Merkurius Ternyata Punya Lapisan Berlian, Ini Penjelasan Ilmiahnya

pri
24 April 2025
Merkurius Ternyata Punya Lapisan Berlian, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Planet Merkurius (Sumber: Pinterest/fatima)

Share on FacebookShare on Twitter

www.pasjabar.com — Planet Merkurius kembali menarik perhatian dunia ilmiah setelah penelitian terbaru mengungkap kemungkinan adanya lapisan berlian yang sangat tebal tersembunyi di balik permukaannya.

Planet terkecil dan terdekat dari Matahari ini rupanya menyimpan kejutan luar biasa yang dapat memperkaya pemahaman kita tentang evolusi planet dan mineralogi awal tata surya.

Proses Pembentukan Berlian: Kombinasi Tumbukan dan Tekanan Internal

Ilmuwan menduga bahwa pembentukan berlian di Merkurius terjadi melalui dua mekanisme utama. Pertama, adalah hasil dari tumbukan benda langit seperti asteroid dan meteorit yang terjadi selama miliaran tahun.

Permukaan Merkurius yang bopeng menjadi bukti nyata dari sejarah tumbukan ini. Ternyata, di bawah permukaan itu terdapat lapisan kaya grafit—bentuk karbon lunak.

Baca juga:   Putri KW Kokohkan Posisi Indonesia

Ketika terkena tekanan dan suhu tinggi akibat tumbukan, grafit mengalami transformasi menjadi berlian mikroskopis.

Selain itu, tekanan tinggi dari dalam planet juga memainkan peran penting.

Sebuah studi gabungan dari ilmuwan Tiongkok dan Belgia menunjukkan bahwa pada batas antara inti dan mantel Merkurius (core-mantle boundary), tekanan bisa mencapai 5,575 GPa.

Tekanan tersebut cukup kuat untuk mengubah grafit menjadi berlian secara alami. Studi ini menyimpulkan bahwa di kedalaman tersebut bisa terdapat lapisan berlian setebal 15 hingga 18 kilometer—menjadikannya salah satu lapisan berlian alami tertebal di tata surya.

Baca juga:   Simposium PTNU Angkat Tema "Transformasi Peningkatan Mutu Perguruan Tinggi"

Menanti Konfirmasi Lewat Misi BepiColombo

Untuk memastikan keberadaan dan distribusi berlian di Merkurius, para ilmuwan kini menantikan data dari misi luar angkasa BepiColombo, hasil kolaborasi antara Badan Antariksa Eropa (ESA) dan Jepang (JAXA).

Misi ini dijadwalkan akan tiba di orbit Merkurius pada tahun 2025.

BepiColombo dilengkapi instrumen canggih yang mampu memetakan permukaan dan interior planet dengan resolusi tinggi.

Melalui data ini, ilmuwan berharap bisa menjawab berbagai misteri: bagaimana berlian terbentuk di Merkurius.

Selain itu bisa diteliti juga sejauh mana penyebarannya, dan bagaimana kondisi internal planet ini memengaruhi medan magnetnya yang unik.

Baca juga:   Petakziah Eril Diberikan Kesempatan Sampaikan Doa dan Pesan Lewat Secarik Kertas

Berlian di Merkurius: Kaya Tapi Tak Terjangkau

Meskipun penelitian memperkirakan bahwa Merkurius bisa menyimpan hingga 16 kuadriliun ton berlian mikroskopis, kemungkinan eksploitasi sumber daya ini sangat kecil.

Tantangan utamanya adalah kondisi ekstrem di planet tersebut.

Seperti diketahui suhu planet Merkurius sangat tinggi, paparan radiasi matahari yang intens, dan jaraknya yang jauh dari Bumi.

Selain itu, ukuran berlian yang sangat kecil dan tersebar luas menjadikannya tidak ekonomis untuk ditambang dengan teknologi saat ini.

Namun, penemuan ini tetap menjadi terobosan penting dalam ilmu planet, membuka jendela baru untuk memahami sejarah geologi planet berbatu lain, termasuk Bumi.

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: AstronomiBepiColomboberlian alamiberlian di MerkuriusESAJAXAkonversi grafit jadi berlianlapisan berlian planetmedan magnet MerkuriusMerkuriusNasapenelitian luar angkasaplanet berbatuplanet Merkuriussains luar angkasasistem tata surya


Related Posts

NASA Crew-13
HEADLINE

Empat Astronot Dari Tiga Negara Akan Jalankan Misi Jangka Panjang Di Stasiun Luar Angkasa Internasional

25 April 2026
roket NASA ke bulan
HEADLINE

NASA Kirim “Jantung” Roket Artemis III ke Florida, Misi Manusia ke Bulan 2027 Makin Dekat!

21 April 2026
NASA Voyager
PASDUNIA

NASA Pilih Voyager untuk Misi Astronot Swasta Ketujuh ke ISS

16 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.