CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Prof Coffee Hadirkan Semangat Kewirausahaan di Kalangan Mahasiswa

Hanna Hanifah
6 Mei 2025
Prof Coffee

Prof Coffee bukan sekadar nama kedai kopi. Di balik nama tersebut, tersimpan filosofi yang kuat tentang profesionalisme dan semangat. (foto: pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Prof Coffee bukan sekadar nama kedai kopi. Di balik nama tersebut, tersimpan filosofi yang kuat tentang profesionalisme dan semangat untuk terus belajar, berinovasi, serta meraih pencapaian tertinggi.

Menariknya, ide mendirikan Prof Coffee justru muncul dari gagasan sederhana anak seorang profesor.

Hal ini diungkapkan oleh Prof. Dr. T. Subarsyah, S.H., S.Sos., Sp-1., M.M., Ketua Bidang Politik dan Hukum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, sekaligus Guru Besar dalam Bidang Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Pasundan, saat ditemui dalam wawancara khusus.

“Anak saya mengatakan bahwa Prof Coffee itu bukan hanya merujuk pada gelar profesor. Tapi juga mencerminkan cara menyusun komposisi kopi secara proporsional. Kata ‘prof’ mencerminkan dua hal: profesional dalam penyajian dan pelayanan, serta aspirasi menuju gelar tertinggi seperti profesor dalam dunia pendidikan,” ujarnya.

Baca juga:   Nadia Mahasiswi FKIP Unpas Ingin Jadi Pendidik yang Baik

DIjalankan oleh Anak muda

Prof Coffee

Prof. Coffee pertama kali hadir di kawasan Sersan Bajuri, Bandung Barat, dan kini telah berkembang hingga membuka cabang di Brebes, Tegal, dan Kota Bandung.

Yang menarik, seluruh kegiatan operasionalnya dijalankan oleh kalangan muda, mulai dari siswa SMA, mahasiswa, hingga lulusan sarjana.

Menurut Prof. Subarsyah, hal ini menjadi bagian dari upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan kemandirian ekonomi sejak dini.

“Tujuannya bukan sekadar bisnis, tapi sebagai ruang belajar, tempat tumbuh bersama, dan wadah kolaborasi. Modelnya semacam franchising pertemanan—bukan bisnis murni—agar semua yang bergabung bisa mengembangkan usahanya sendiri dengan branding yang sama,” jelasnya.

Baca juga:   Truk Pengangkut BBM Oleng, Empat Warga Luka

Konsep menu di Prof. Coffee pun tak kalah unik. Menu dan harga disusun bukan dari dapur. Melainkan berdasarkan hasil diskusi dengan pelanggan, khususnya mahasiswa.

Harga yang Terjangkau

Di kawasan kampus, menu disesuaikan dengan kondisi finansial mahasiswa.

“Kami punya varian seperti Kopi Sarjana, yang harganya tak lebih dari Rp10 ribu, untuk memotivasi mahasiswa agar punya cita-cita jadi sarjana. Ada juga Kopi Magister, kopi pahit tanpa gula, sebagai simbol perjuangan tingkat lanjut. Sementara Kopi Doktor hadir lebih lengkap dan sedikit lebih mahal, tapi tetap terjangkau,” terang Prof. Subarsyah.

Selain minuman, tersedia pula menu makanan murah seperti nasi dengan topping telur atau kornet, dengan harga maksimal Rp10 ribu.

Baca juga:   Sidang Doktor Ilmu Manajemen Annita Jannah Bahas Pengaruh Relationship Marketing pada Loyalitas Pelanggan Hotel Berbintang di Bandung Raya

Paduan topping lengkap dibanderol hanya Rp12 ribu, ditambah sayur lodeh yang jadi favorit mahasiswa.

Nasi pun bisa diambil sepuasnya, memberi keleluasaan bagi pelanggan yang ingin makan kenyang dengan biaya terbatas.

Namun menurut Prof. Subarsyah, nilai lebih Prof. Coffee justru terletak pada fungsi sosialnya.

Tempat ini tidak hanya untuk makan atau minum kopi. Tapi menjadi ruang bersama bagi mahasiswa untuk mengerjakan tugas, berdiskusi, merayakan ulang tahun, hingga berkegiatan kolektif lainnya.

“Bagi saya, ini bukan sekadar tempat makan atau ngopi. Ini adalah sekretariat bersama bagi para mahasiswa dan cendekiawan muda, tempat di mana pemikir masa depan bangsa bisa tumbuh bersama,” pungkasnya. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Prof Coffeeunpas


Related Posts

Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Mahasiswa HI Unpas Rizfa Palsa Raih Juara Dua Kompetisi Nasional

6 Mei 2026
unpas
PASPENDIDIKAN

Hipertensi Disebut Silent Killer, Dokter Unpas Ingatkan Pemeriksaan Rutin

1 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.