CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Memprihatinkan, Bandung Kota ke-4 Terkotor di Jabar

admin
12 September 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Memprihatinkan, ternyata Kota Bandung menduduki peringkat ke-4 se Jawa Barat untuk predikat kota terkotor.

“Ini sangat memprihatinkan mengingat IPM Kota Bandung cukup tinggi, namun menyandang kota terkotor di Jawa Barat,” ujar Ketua Harian Forum Bandung Sehat, Umi Oded Siti Muntamah, Kamis (12/9/2019).

Umi mengatakan, salah satu penyebab Kota Bandung menjadi Kota yang kotor, karena masih banyak penduduk Kota Bandung yang belum memiliki septictank sendiri.

“Mayoritas penduduk Kota Bandung membuang kotoran ke sungai dan selokan, buka ke septictank,” ujar Umi.

Baca juga:   Warga Keluhkan Jalan Satu Arah di Jalan Sukajadi Bandung

Akibatnya, setiap hari Kota Bandung menyumbang 35,5 ton pembuang tinja ke Sungai Citarum.

“Bagaimana kita bisa mewujudkan Citarum Harum kalau kita sendiri menjadi penyebab sungai Citarum Kotor. kita tidak akan bisa membersihkan Sungai Citarum, jika tidak menyelesaikan masalah dari pangkalnya,” papar Umi.

Menurut catatan Forum Bandung Sehat, baru 6 kelurahan dari 151 kelurahan di Kota Bandung yang 100% memiliki jamban sehat.

“Karenanya, kita harus bekerjasama dengan kelurahan untuk bisa membuat jamban sehat di setiap kelurahan,” jelas Umi.

Baca juga:   Wujudkan Perempuan Tangguh, Kementerian PPPA Luncurkan Tarian

Dengan dibantu LPM, nanti kelurahan akan melakukan pemetaan, berapa septictank yang kira-kira dibutuhkan di satu kelurahan.

“Rencananya, pada Oktober nanti, hasil pemetaan sudah ada. Jadi, di akhir tahun ini, kami menargetkan, 2 atau 3 septictank terbangun di setiap kecamatan,” bebernya.

Target jangka panjang, Kota Bandung akan 100 % ODF (open election free) atau bebas buang air besar sembarangan pada 2020. Sehingga tidak ada lagi kawasan yang membuang tinja ke Sungai.

Baca juga:   Dispangtan Bagikan Ribuan Telur untuk Siswa SD di Bandung

Untuk mewujudkan target ini, Umi mengatakan bisa didanai dari berbagai sumber, bisa dari PIPPK, dana Kotaku, CSR, dan bantuan kelurahan.

Sementara untuk ketersediaan lahan, Umi mengatakan akan mencari lahan yang memungkinkan.

“Itulah gunanya pemetaan. Untuk mengetahui di suatu wilayah, di mana ada lahan yang memungkinkan. Jika tidak tersedia lahan, maka bisa menggunakan lahan fasos,” terangnya.

Yang jelas, Umi menegaskan, tidak boleh ada alasan yang menghambat apaan ODF di 2020. (Put)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: jabarkota bandungkota terkotor


Related Posts

ngabandungan bandung
PASBANDUNG

Ngabandungan Bandung, Seni Visual dan Edukasi Mitigasi Bencana

28 April 2026
Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI
HEADLINE

Bandung Milestone Hadirkan Arsip Sejarah Kota dengan Sentuhan Teknologi AI

25 April 2026
jalan macet di Bandung
Uncategorized

Bandung Kian Sesak! Ini 6 Kawasan dengan Kemacetan Terparah

5 April 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.