CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Waspadai Multiple Sclerosis: Gangguan Saraf yang Berdampak Luas

Hanna Hanifah
23 Mei 2025
Multiple sclerosis

ilustrasi. (foto: everydayhealth.com)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit neurologis progresif yang terjadi akibat kerusakan pada selubung mielin, lapisan pelindung serabut saraf di otak dan sumsum tulang belakang.

Kondisi ini dapat memicu beragam gejala serius, mulai dari gangguan penglihatan hingga penurunan fungsi kognitif.

Dikutip dari Hindustan Times, dilansir dari Antara, dokter saraf dari Rumah Sakit Yashoda, Dr. Bharath Kumar Surisetti menjelaskan. Bahwa mengenali gejala awal MS sangat penting untuk mempercepat diagnosis dan penanganan yang tepat.

Meski gejala MS bervariasi dalam jenis, intensitas, dan durasi, deteksi dini dapat meningkatkan kualitas hidup pasien secara signifikan.

“Karena gejalanya sangat bervariasi, deteksi dini bisa menjadi tantangan. Namun, mengenali tanda-tanda awal tertentu dapat membantu memastikan diagnosis yang cepat. Dan penanganan yang tepat,” ujar Dr. Bharath.

Baca juga:   Debut Manis Ancelotti, Vinicius Jadi Pahlawan Brasil

Salah satu gejala paling awal dan umum adalah masalah penglihatan atau neuritis optik. Penderita biasanya merasakan nyeri dan penglihatan kabur pada salah satu mata.

Dalam beberapa kasus, pasien juga mengalami penglihatan ganda, buta warna, atau gerakan mata tak terkendali (nistagmus).

Gejala lain yang sering muncul adalah disestesia, yaitu sensasi abnormal. Seperti adanya ikatan yang mengencang di sekitar dada atau perut.

Sensasi ini sering disamakan dengan tekanan dari manset alat pengukur tekanan darah. Dan disebabkan oleh iritasi saraf di sumsum tulang belakang.

Dampak Lainnya

Dr. Bharath menyebutkan, sekitar 80 persen pasien MS mengalami gangguan fungsi kandung kemih. Seperti dorongan buang air kecil yang mendesak, frekuensi tinggi, inkontinensia. Atau kesulitan mengosongkan kandung kemih secara tuntas.

Baca juga:   Open House FKIP Unpas Perkenalkan Sistem Pembelajaran kepada Calon Mahasiwa Baru

Masalah pada fungsi usus seperti sembelit, diare, atau hilangnya kontrol juga dapat muncul. Meski dapat diatasi dengan pola makan, hidrasi, dan pengobatan yang sesuai.

Kelelahan ekstrem menjadi salah satu gejala paling mengganggu yang dialami sebagian besar penderita MS.

Kelelahan ini cenderung memburuk saat cuaca panas atau ketika melakukan aktivitas fisik. Dan sering kali tetap muncul meski pasien telah cukup beristirahat.

“Selain itu, hampir 50 persen penderita juga mengalami perubahan kognitif, seperti kesulitan mengingat, menurunnya kemampuan memperhatikan. Serta gangguan dalam memproses informasi, bahasa, dan perencanaan,” katanya.

Gangguan mobilitas juga umum terjadi. Kelemahan pada kaki, spastisitas. Serta gangguan sensorik menyebabkan penderita kesulitan berjalan dan menjaga keseimbangan.

Baca juga:   Sambut Ulang Tahun ke 100 ITB – PLN Langsungkan Fun Run 5K 2019

Nyeri akibat gangguan saraf turut menyebabkan perubahan gaya berjalan yang berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.

Tak hanya fisik, MS juga memengaruhi aspek emosional dan seksual. Kerusakan saraf dapat menurunkan fungsi seksual dan memicu kecemasan. Yang pada gilirannya memperburuk kondisi pasien.

Gejala lain yang juga perlu diwaspadai adalah pusing atau sensasi berputar (vertigo). Akibat lesi pada area otak yang mengontrol keseimbangan dan koordinasi tubuh.

Dengan berbagai gejala yang kompleks dan berdampak luas, Dr. Bharath menekankan pentingnya kesadaran masyarakat terhadap multiple sclerosis.

Diagnosis dini dan pengelolaan medis yang tepat dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit. Serta meningkatkan kualitas hidup penderita. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: Multiple sclerosispenyakit neurologis progresif


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.