WWW.PASJABAR.COM – Google Maps Hutan Amazon menjadi sasaran serbuan rating bintang satu dari warganet Indonesia, menyusul fenomena balas dendam digital terhadap warganet Brasil.
Aksi ini dipicu insiden sebelumnya, ketika Taman Nasional Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat diserbu ulasan negatif oleh pengguna internet asal Brasil.
Kini, giliran kawasan Hutan Amazon yang dihujani komentar bernada sindiran hingga candaan dari netizen Indonesia di kolom ulasan Google Maps.
Dilansir dari beragam sumber, kolom ulasan Google Maps di lokasi bertanda “Hutan Amazon” dipenuhi komentar baru bernada sindiran hingga bercanda dari warganet Indonesia.
Sebagian besar memberi rating bintang satu, di antaranya berisi peringatan “banyak anakonda” hingga komentar satir. Seperti “Hutannya menakutkan, banyak siluman ular, jangan ke sini.”
Aksi balasan ini diduga sebagai respons atas ulasan negatif warganet Brasil di laman Google Maps Taman Nasional Gunung Rinjani.
Gelombang Protes Warganet Brasil
Gelombang protes dari netizen Brasil muncul usai insiden meninggalnya pendaki asal Brasil, Juliana Marins. Yang jatuh ke jurang sedalam 600 meter pada 21 Juni 2025.
Proses evakuasi korban yang memakan waktu beberapa hari menuai kritik pedas dari warganet Brasil.
Mereka menilai tim penyelamat Indonesia lambat dan tak sigap. Tak sedikit komentar bernada marah muncul dalam bahasa Portugis. Mengecam pengelolaan taman nasional hingga menyerukan agar jalur pendakian Rinjani ditutup.
“Karena sama sekali tidak siap, mereka tidak memiliki tim atau peralatan untuk melakukan penyelamatan. Mereka tidak memberikan bantuan kepada Juliana Marins,” tulis salah satu warganet Brasil.
Sebagai balasan, netizen Indonesia mendatangi laman Google Maps Hutan Amazon, meninggalkan berbagai komentar satir dan peringatan bahaya.
Komentar seperti “Di Amazon banyak anakonda dan siluman ular,” hingga “tempat berbahaya di dunia, jangan datang ke sini” mendominasi kolom ulasan.
Meskipun mendapat serbuan rating buruk, rating keseluruhan Hutan Amazon masih bertahan di angka 4,0 dari lebih 12 ribu ulasan.
Fenomena balas-balasan rating ini memicu sorotan banyak pihak. Karena memperlihatkan bagaimana platform digital kerap dijadikan arena protes kolektif warganet lintas negara. Namun, aksi semacam ini juga menimbulkan kekhawatiran soal etika penggunaan media sosial. Serta potensi merusak citra destinasi wisata yang sebenarnya tidak terkait langsung dengan persoalan yang dipersoalkan.
Hingga kini belum ada tanggapan resmi dari otoritas Brasil maupun pihak Google terkait serbuan ulasan negatif tersebut. Sementara itu, kematian Juliana Marins tetap menyisakan polemik mengenai prosedur keselamatan di Gunung Rinjani. (han)







