WWW.PASJABAR.COM – Finalis Miss Indonesia 2025 asal Papua Pegunungan, Merince Kogoya, resmi didiskualifikasi dari ajang tersebut setelah video lamanya yang menunjukkan dirinya mengibarkan bendera Israel kembali viral di media sosial.
Video yang diunggah pada Mei 2023 itu memperlihatkan Merince menari sambil mengibarkan bendera Israel dalam sebuah kegiatan keagamaan di Papua.
Aksinya tersebut menuai kontroversi publik, terutama di tengah sentimen kuat pro-Palestina di Indonesia. Selain video, akun Instagram milik Merince juga memuat pernyataan dukungan terhadap Israel melalui bio bertuliskan “I Stand with Israel.”
Merince Kogoya, 20 tahun, menyampaikan kekecewaannya lewat media sosial setelah dinyatakan terhenti dari ajang Miss Indonesia.
Ia menyebut keputusan tersebut sebagai “mendadak” dan “dipicu tekanan publik,” tanpa ada ruang untuk klarifikasi.
“Saya hanya menjalankan iman saya sebagai pengikut Kristus. Pengibaran bendera Israel bukan bentuk dukungan politik, melainkan doa dan ibadah,” ujarnya melalui Instagram Story.
Merince juga mengaku kecewa karena perjuangannya selama empat bulan terhenti. Karena sebuah unggahan lama yang menurutnya dipelintir maknanya.
Ia meminta maaf kepada masyarakat Papua Pegunungan dan pihak yang telah mendukungnya. Namun menyayangkan keputusan penyelenggara yang menurutnya kurang adil.
Menanggapi hal ini, pihak penyelenggara Miss Indonesia menunjuk Karmen Anastasya sebagai pengganti Merince untuk mewakili Papua Pegunungan.
Meski sebagian warganet mendukung keputusan panitia demi menjaga netralitas dan citra nasional ajang tersebut, tidak sedikit pula yang menganggap langkah ini sebagai bentuk diskriminasi.
Sebuah petisi online pun muncul menyerukan keadilan bagi Merince. Dalam petisi yang ditujukan kepada Presiden RI Prabowo Subianto, Roberthino Hanebora menuliskan, “Ini bukan soal kontes kecantikan semata, tetapi tentang mimpi dan martabat seorang anak Papua yang kembali dikalahkan oleh stigma dan prasangka.”
Petisi tersebut juga menekankan bahwa Merince tidak melanggar etika atau moral, dan meminta pemerintah membuka ruang klarifikasi serta menghentikan penghakiman sepihak terhadap Merince dan masyarakat Papua pada umumnya.
Panitia Miss Indonesia sendiri belum mengeluarkan keterangan rinci soal keputusan pemecatan Merince Kogoya. (han)




