CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Waspadai Rabun Jauh pada Anak, Dokter Mata Ungkap Tanda-Tanda Awal

Hanna Hanifah
1 Oktober 2025
rabun jauh

ilustrasi. (foto: alodokter)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Anak yang sering menyipitkan mata saat membaca, duduk terlalu dekat dengan televisi maupun papan tulis, serta mengeluh cepat lelah ketika melihat jauh, menurut dokter spesialis mata kemungkinan besar mengalami gangguan penglihatan berupa rabun jauh atau mata minus.

“Banyak orang tua mungkin sering melihat anaknya duduk terlalu dekat dengan televisi, menyipitkan mata saat membaca, atau mengeluh mata cepat lelah. Tanda-tanda ini bisa jadi sinyal awal adanya mata minus pada anak,” kata dr. Artha Latief, Sp.M, dokter spesialis mata dari Bethsaida Hospital Gading Serpong, dalam keterangan pers yang diterima Rabu (1/10/2025).

Baca juga:   SD Negeri 5 Cikidang Lembang Dua Tahun Berturut-turut Tak Dapat Murid Baru

Ia menjelaskan, rabun jauh terjadi ketika cahaya yang masuk ke mata tidak jatuh tepat pada retina, melainkan di depannya. Kondisi ini menyebabkan objek yang letaknya jauh tampak buram.

Pada anak-anak, faktor pemicu biasanya berasal dari kebiasaan menatap layar gawai terlalu lama, minim aktivitas di luar ruangan, hingga faktor keturunan.

Gejala lain yang perlu diwaspadai, lanjut dr. Artha, antara lain anak sering mengedipkan mata saat menonton televisi atau menggunakan gawai, mengeluh sakit kepala, serta mengalami kesulitan melihat jelas dari jarak jauh.

Baca juga:   Kandaskan PSIM Yogyakarta, Persib Bandung Makin Kokoh di Puncak Klasemen Super League

Jika tanda-tanda tersebut muncul, orang tua disarankan segera memeriksakan anak ke dokter spesialis mata.

“Pertambahan mata minus ini akan mengganggu aktivitas belajar maupun perkembangan anak. Pemeriksaan rutin akan membantu menentukan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Selain pemeriksaan berkala, dr. Artha menekankan pentingnya pola hidup sehat untuk menjaga kesehatan mata anak.

Orang tua diimbau membatasi durasi penggunaan gawai, mendorong anak lebih banyak bermain atau beraktivitas di luar ruangan, serta memastikan pencahayaan cukup ketika anak membaca atau belajar.

Baca juga:   Dangiang Paguyuban Pasundan: Memasuki Abad Kedua (1)

Apabila mata anak sudah mengalami rabun jauh, dokter dapat merekomendasikan penggunaan kacamata dengan lensa sesuai kebutuhan atau terapi tetes mata guna mengendalikan progresivitas minus.

“Pemeriksaan mata rutin dan kebiasaan hidup sehat dapat membantu menjaga kesehatan mata anak. Serta mencegah munculnya gangguan penglihatan yang lebih serius di kemudian hari,” kata dr. Artha menambahkan. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Hanna Hanifah
Tags: mata minusRabun Jauh


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.