CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Selain Gangguan Jiwa, Ini Bahaya Anak Kecanduan Gawai

admin
26 Oktober 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Dinas Kesehatan mencatat ada 91 anak di Kota Bandung mengalami gangguan kejiwaan dalam kurun Januari-Juli 2019.

Hal ini menjadi potret miris tersendiri. Tapi, seperti apa sih gejala gangguan jiwa pada anak? Anda perlu mengetahuinya agar anak bisa segera mendapat penanganan jika diketahui mengalami gangguan jiwa.

Psikolog Klinis RSKIA Kota Bandung Dwi Edriyanti mengatakan salah satu pemicu anak mengalami gangguan kejiwaan adalah kecanduan gawai alias gadget. Saat kecanduan dan mengalami gangguan kejiwaan, dampak negatifnya akan terlihat.

“Biasanya anak akan mulai memiliki tingkah laku tak ingin dilarang. Tindakannya destruktif, bisa menyerang, memukul, atau menggulingkan badan (jika dilarang menggunakan gawai),” kata Dwi.

Baca juga:   Tingkatkan Daya Saing Global: Enam Program Baru Disdagin Bandung

Berikutnya, anak cenderung lebih agresif dan emosional. Bahkan, anak cenderung menjadi pembangkang dan tak mau menuruti apa kata orang tua.

Selain itu, ada dampak lain yang dirasakan. Anak akan kehilangan gairah untuk bersosialisasi dengan anak lain atau lingkungan sekitar. Itu karena anak sulit berkomunikasi dengan orang lain akibat terlalu lama bergaul dengan gawai.

Dalam kasus tertentu, badan anak juga akan mengalami pegal-pegal saat bangun tidur. Padahal, tidur adalah waktu untuk beristirahat. Tapi, setelah bangun justru anak merasa lelah dan pegal-pegal seperti baru beraktivitas berat.

Baca juga:   Seorang Remaja Tenggelam Tersengat Listrik Keramba Jaring Apung (KJA)

Tumbuh kembang anak juga terancam terganggu saat kecanduan gawai. Sebab, anak akan anteng alias lebih banyak menghabiskan waktunya bersama gawai.

Bahkan, bagi anak di bawah usia 2 tahun yang sudah kecanduan gawai, terlambatnya kemampuan berjalan dan berbicara menjadi ancaman nyata. Kondisi itu akan semakin parah jika orang tua jarang mengajak anak beraktivitas fisik dan berkomunikasi.

“Kenapa ada anak yang belum bisa (terlambat) berjalan dan bicara. Itu karena anak dibiarkan lama dengan gadget,” jelas Dwi.

Baca juga:   FOTO : Pembangunan Rumah Deret Tamansari

Ia pun mengimbau para orang tua agar lebih bertanggung jawab dalam mengasuh anak. Jangan sampai anak lebih banyak ‘dikuasai’ gawai. Sehingga, pembatasan gawai untuk anak sangat penting dilakukan.

Masalahnya, ada orang tua yang tak mau diganggu. Sehingga, anaknya dibiarkan anteng bermain gawai. Padahal, tanpa disadari, hal itu justru berdampak buruk dalam jangka pendek maupun panjang. Saat anak kecanduan gawai dan terlihat dampak negatifnya, orang tua baru akan menyesal. (ors)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Bahaya Anak Kecanduan Gawaigedgetkecanduan


Related Posts

Sandro Tonali Akan Dibantu Terapis Sembuhkan Kecanduan Judi
PASOLAHRAGA

Sandro Tonali Akan Dibantu Terapis Sembuhkan Kecanduan Judi

18 Oktober 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.