WWW.PASJABAR.COM – Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa konsumsi satu cangkir kopi setiap hari dapat melindungi seseorang dari risiko fibrilasi atrium (AF) — kondisi irama jantung tidak teratur yang dapat menyebabkan gagal jantung, stroke, hingga kematian dini.
Penemuan ini dipublikasikan oleh Universitas Adelaide, Australia, dalam pernyataan resmi pada Senin (10/11/2025), dilansir dari ANTARA. Studi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Adelaide dan Universitas California, San Francisco (UCSF), Amerika Serikat (AS).
Dalam uji klinis acak pertama yang meneliti hubungan antara kopi dan AF, para ilmuwan menemukan bahwa pasien AF yang mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi atau espreso per hari mengalami penurunan risiko kejadian AF berulang hingga 39 persen dibandingkan dengan mereka yang sama sekali tidak mengonsumsi kafein.
Uji klinis yang berlangsung selama enam bulan ini melibatkan 200 pasien AF dari Australia, Amerika Serikat, dan Kanada.
“Ini mengejutkan karena bertentangan dengan anggapan umum oleh dokter dan pasien bahwa kopi memperburuk gangguan irama jantung seperti AF,” ujar Christopher X. Wong, profesor di Universitas Adelaide dan Rumah Sakit Royal Adelaide, yang juga menjadi penulis utama studi tersebut.
“Berdasarkan hasil ini, pasien AF yang meminum kopi dapat dengan aman terus menikmati kopi mereka. Lebih jauh, mungkin perlu diteliti apakah pasien AF yang tidak minum kopi sebaiknya mempertimbangkan untuk memulainya,” tambahnya.
Kopi dan Hubungannya dengan Kesehatan Jantung
Fibrilasi atrium (atrial fibrillation) merupakan gangguan irama jantung yang membuat jantung tidak dapat memompa darah dengan optimal. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko pembekuan darah dan stroke.
Penulis senior studi, Gregory Marcus, profesor dari Divisi Kardiologi UCSF, menjelaskan bahwa efek positif kopi dapat berasal dari berbagai mekanisme biologis.
“Kopi meningkatkan aktivitas fisik yang diketahui dapat mengurangi AF. Kafein juga bersifat diuretik yang berpotensi menurunkan tekanan darah dan hasilnya mengurangi risiko AF,” jelas Marcus.
Ia menambahkan, beberapa kandungan lain dalam kopi juga memiliki sifat anti-inflamasi yang dapat memberikan manfaat tambahan bagi kesehatan jantung.
“Temuan ini berpotensi mengubah saran medis yang selama ini diberikan kepada pasien,” katanya.
Hasil penelitian ini membuka pandangan baru terhadap peran kopi dalam kesehatan jantung.
Jika sebelumnya kafein sering dianggap berisiko bagi penderita gangguan irama jantung, kini bukti ilmiah menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat justru dapat memberikan efek perlindungan bagi sebagian individu. (han)







