www.pasjabar.com — Virgil van Dijk, bek sentral sekaligus kapten Liverpool, kini tengah menjadi sorotan tajam setelah performanya dinilai menurun drastis dan akrab dengan blunder.
Puncaknya terjadi saat Liverpool ditahan imbang 1-1 oleh Sunderland di Anfield, Kamis (4/12/2024) dini hari WIB, di mana kesalahan Van Dijk menjadi awal mula terciptanya gol tim tamu.
Blunder yang berujung fatal itu terjadi pada menit ke-67. Van Dijk melakukan kesalahan umpan yang berhasil direbut oleh pemain Sunderland, Enzo Le Fee.
Le Fee kemudian mengirimkan umpan terukur kepada Chemsdine Talbi. Tendangan Talbi sejatinya membentur Van Dijk sendiri sebelum meluncur masuk ke gawang Alisson Becker.
Gol tersebut sempat membuat Liverpool terancam kalah di kandang, sebelum akhirnya diselamatkan oleh gol penyama kedudukan (yang kemudian dihitung sebagai own goal Nordi Mukiele) melalui aksi Florian Wirtz pada menit ke-81.
Meskipun terhindar dari kekalahan, performa lini belakang, khususnya Van Dijk, menuai kritik pedas.
Virgil van Dijk Buat Blunder Fatal yang Membuka Keran Gol Sunderland
Insiden gol Sunderland menjadi cerminan dari penurunan performa yang dialami Van Dijk.
Kesalahan umpan easy pass di wilayah berbahaya menunjukkan kurangnya ketenangan yang biasanya menjadi ciri khas bek asal Belanda tersebut.
Setelah umpannya dipotong, reaksi Van Dijk dinilai lambat dalam upaya menutup pergerakan lawan.
Talbi yang sudah berada di posisi menembak mampu melepaskan shot yang, ironisnya, kembali membentur kaki Van Dijk dan menipu Alisson.
Blunder ganda—kesalahan umpan dan deflection—ini memperkuat pandangan bahwa Van Dijk kini tidak lagi menjadi tembok kokoh tak tergoyahkan seperti musim-musim sebelumnya.
Kesalahan defender kelas dunia kini sering mewarnai permainan The Reds.
Kritik Tajam Jamie Redknapp: ‘Van Dijk Panik dan Ragu-Ragu’
Penurunan performa Van Dijk tidak luput dari pengamatan para pengamat sepak bola, termasuk mantan pemain Liverpool, Jamie Redknapp.
Redknapp secara blak-blakan menyoroti perubahan signifikan dalam permainan sang kapten, dari dominan menjadi penuh keraguan.
“Virgil van Dijk tak pernah membuat kesalahan pada musim lalu. Setiap pertandingan dia tampil dominan, tapi sekarang dia membuat banyak kesalahan dan meragukan dirinya sendiri,” kata Redknapp di BBC.
Redknapp secara spesifik mengkritik reaksi Van Dijk pada momen gol Sunderland.
“Virgil panik, mundur, menunjukkan respek terlalu besar dan mengabaikannya, suatu hal yang tidak suka saya lihat dilakukan bek tengah, dan ini merupakan kesalahan yang selalu ada dalam permainan Liverpool sepanjang waktu,” tambahnya.
Kritik “panik” dan “mundur” ini menyentuh inti dari masalah kepemimpinan dan ketenangan yang seharusnya menjadi kekuatan utama Van Dijk di lini pertahanan.
Beban Berat di Tengah Keterpurukan Liverpool
Masalah yang menimpa Van Dijk terjadi di tengah periode sulit yang dialami Liverpool secara keseluruhan di bawah pelatih Arne Slot.
Tim kesulitan menciptakan peluang, dan lini serang mereka juga minim kontribusi gol. Dalam konteks ini, performa Van Dijk menjadi semakin krusial.
Ketika lini tengah dan depan The Reds kesulitan, harapan untuk meraih hasil positif seringkali bertumpu pada soliditas pertahanan.
Blunder Van Dijk kini menjadi representasi dari kerapuhan yang menjangkiti tim, membuat Liverpool susah meraih kemenangan.
Liverpool kini harus tertahan di papan tengah klasemen (peringkat 8) Premier League.
Van Dijk, sebagai kapten dan bek termahal di dunia pada masanya, dituntut untuk segera menemukan kembali performa terbaiknya.
Van Dijk harus menghentikan rentetan kesalahan yang dapat mengancam ambisi Liverpool untuk kembali ke jalur kemenangan dan kompetisi Eropa.







