CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Banjir Dayeuhkolot Baleendah Hari Ini 1 Meter, Jalan Kopo Lumpuh

Fal Ulul Ilmi
6 Desember 2025
Banjir Dayeuhkolot Baleendah Hari Ini lumpuhkan total jalur utama dan Jalan Kopo, Kabupaten Bandung, dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Fasilitas umum terpaksa tutup. (Fal/pasjabar)

Banjir Dayeuhkolot Baleendah Hari Ini lumpuhkan total jalur utama dan Jalan Kopo, Kabupaten Bandung, dengan ketinggian air mencapai 1 meter. Fasilitas umum terpaksa tutup. (Fal/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

Kabupaten Bandung, www.pasjabar.com — Banjir besar kembali melanda sejumlah ruas jalan utama dan pemukiman di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Sabtu pagi (6/12/2025). Banjir Dayeuhkolot Baleendah hari Ini tiga kawasan vital yang terendam parah adalah Dayeuhkolot, Baleendah, dan Jalan Utama Kopo—jalur penghubung krusial antara Kota dan Kabupaten Bandung.

Ketinggian air dilaporkan sangat bervariasi, mulai dari 40 cm hingga mencapai puncaknya 1 meter di beberapa titik terparah. Kondisi ini menyebabkan jalur utama Dayeuhkolot dan Baleendah lumpuh total, menghentikan seluruh aktivitas lalu lintas dan mengganggu roda perekonomian warga.

Kelumpuhan Total dan Kemacetan Parah Akibat Banjir Dayeuhkolot Baleendah Hari Ini

fal/pasjabar
fal/pasjabar

Dampak banjir paling terasa di tiga titik vital. Jalan Utama Kopo, yang merupakan arteri penting, menjadi crowded dan macet total akibat kendaraan yang terpaksa memutar balik untuk menghindari genangan air yang tinggi. Banyak kendaraan yang nekat menerobos banjir dilaporkan mogok di tengah jalan.

Baca juga:   Persita Hancurkan Persib di Bali! Beckham Putra Cuma Jadi Penghibur di Menit Akhir

Di kawasan Dayeuhkolot dan Baleendah, kelumpuhan lalu lintas membuat kendaraan roda dua dan roda empat sama sekali tidak bisa melintas. Pengendara terpaksa mencari jalur alternatif lain yang jaraknya jauh lebih panjang.

Kondisi banjir yang berulang ini dikonfirmasi oleh warga setempat. Hana, salah satu warga, mengatakan bahwa banjir seperti ini kerap terjadi jika hujan melanda wilayah Bandung Raya.

“Banjir seperti ini kerap terjadi jika hujan melanda wilayah Bandung Raya, bahkan di tempat kami mencapai 1 meter,” ujar Hana, menegaskan kondisi yang berulang dan parahnya ketinggian air di area mereka.

Dampak Fatal: Ekonomi dan Pelayanan Publik Terhenti

Selain melumpuhkan transportasi, banjir juga memberikan pukulan telak pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat:

  • Perekonomian Terhenti: Banyak pertokoan di sepanjang jalur utama Dayeuhkolot dan Baleendah terpaksa ditutup sementara karena toko mereka terendam air. Hal ini menyebabkan kerugian ekonomi dan terhentinya aktivitas jual beli.

  • Fasilitas Publik Tutup: Sejumlah fasilitas umum penting, termasuk Puskesmas, Kantor Pos, dan Pom Bensin, juga terendam banjir. Fasilitas-fasilitas ini terpaksa ditutup, menghambat pelayanan dasar kepada masyarakat yang sedang membutuhkan.

Baca juga:   Marc Marquez Siap Bangkit di MotoGP Mandalika, Targetkan Posisi Lima Besar

Warga setempat pun harus berjuang keras demi melanjutkan aktivitas. Despa, warga Dayeuhkolot, menceritakan terpaksa berjalan kaki untuk menuju tokonya.

“Saya barusan jalan kaki melewati banjir dan harus jinjit biar tidak terlalu basah, yang paling dalam ada satu meter,” kata Despa, seraya menambahkan bahwa ia terpaksa menutup tokonya sampai air benar-benar surut.

Upaya Darurat dan Pencegahan Pungli

Dengan lumpuhnya akses jalan, masyarakat terpaksa mencari solusi darurat, termasuk menggunakan delman sebagai alat transportasi atau nekat menerobos banjir dengan berjalan kaki.

Baca juga:   Menanti Kembalinya Febri Hariyadi dan Dimas Drajad

Di tengah situasi yang rentan ini, petugas kepolisian berupaya keras mengatur arus lalu lintas di titik-titik banjir untuk mengurai kemacetan parah yang terjadi akibat pengalihan jalur.

Yang tak kalah penting, kehadiran petugas kepolisian di titik banjir juga bertujuan untuk mencegah adanya oknum-oknum yang memanfaatkan keadaan, seperti praktik pungli (pungutan liar) terhadap pengendara yang kebingungan mencari jalur aman. Hal ini menunjukkan kerentanan masyarakat saat menghadapi bencana.

Banjir yang berulang ini menuntut penanganan yang lebih serius dan berkelanjutan dari pemerintah daerah untuk mengatasi masalah drainase dan dampak luapan sungai di Kabupaten Bandung. (Fal)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: pri
Tags: Banjir Dayeuhkolot BaleendahBanjir Kabupaten Bandung Hari IniBanjir Kopo BandungJalan Kopo LumpuhKemacetan Bandung BanjirKetinggian Banjir 1 Meter


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.