www.pasjabar.com — Neymar Junior selamatkan Santos dari degradasi. Ia berhasil merampungkan misi emosional dan krusialnya: menyelamatkan klub masa kecilnya, Santos FC, dari jurang degradasi Liga Brasil (Campeonato Serie A).
Misi ini berhasil ditutup dengan kemenangan telak O Peixe 3-0 atas Cruzeiro pada pekan terakhir, Minggu (7/12/2025) waktu setempat, di Stadion Vila Belmiro.
Neymar Selamatkan Santos dari Degradasi
Meskipun tidak mencetak gol atau assist dalam laga penutup tersebut, peran Neymar yang krusial dalam menjaga ritme serangan tim dan membuka peluang menjadikannya pahlawan sejati.
Kebangkitan eks bintang Barcelona ini datang tepat waktu, terutama karena ia memaksakan diri tampil dalam kondisi fisik yang tidak sempurna demi menolong Santos.
Neymar Selamatkan Santos dari Degradasi: Berkorban di Tengah Badai Cedera Demi O Peixe
Kepulangan Neymar ke Santos pada Januari lalu ditandai dengan periode yang penuh perjuangan melawan cedera.
Selama 174 hari, ia dihantam lima kali cedera berbeda, mulai dari cedera ringan hingga masalah lutut yang serius.
Kondisi ini membuat sang pemain termahal dunia itu hanya mampu membela Santos dalam 28 pertandingan sepanjang musim.
Namun, di pekan-pekan terakhir yang menentukan nasib klub, Neymar menunjukkan pengorbanan luar biasa.
Sembari menahan rasa sakit, ia memaksakan diri tampil di tiga partai penutup, menyumbang 4 gol dan 2 assist yang krusial untuk menempatkan O Peixe di peringkat ke-12 klasemen akhir dan memastikan mereka aman dari degradasi.
Wajar jika momen pasca-pertandingan melawan Cruzeiro menjadi sangat emosional.
Neymar terlihat berlutut, berdoa, dan berkali-kali menitikkan air mata, menunjukkan betapa beratnya tekanan yang ia pikul.
“Saya datang (ke Santos) untuk ini, mencoba membantu klub sebaik mungkin,” katanya, sambil terbata-bata menahan haru dalam wawancara.
Ia juga secara terbuka berterima kasih kepada pihak yang mendukungnya, karena tanpa mereka, ia tidak akan sanggup bermain karena cedera lututnya.
Naik Meja Operasi dan Mengejar Mimpi Terakhir
Setelah misi Neymar selamatkan Santos dari degradasi tuntas, ia akan segera menjalani masa rehat dengan rencana besar: naik ke meja operasi.
Keputusan untuk menjalani operasi lutut ini banyak diterjemahkan sebagai langkah awal menuju mimpi terakhirnya di kancah internasional: kembali membela timnas Brasil dan memenangkan Piala Dunia 2026.
Neymar belum pernah bermain lagi untuk Selecao sejak tumbang akibat cedera di partai melawan Uruguay pada Oktober 2023.
Dengan waktu kurang dari setengah tahun tersisa menuju turnamen akbar tersebut, operasi adalah langkah wajib untuk memastikan ia dapat mencapai kondisi fisik seratus persen.
Syarat Berat Carlo Ancelotti untuk Piala Dunia
Ambisi Neymar untuk kembali ke timnas disambut baik oleh pelatih Brasil, Carlo Ancelotti.
Ancelotti tidak menutup pintu bagi kembalinya sang top scorer Brasil sepanjang masa tersebut. Namun, Ancelotti memasang syarat mutlak.
“Dia harus seratus persen (kondisinya),” ucap Ancelotti awal Desember lalu.
Ancelotti menyadari bahwa Neymar adalah talenta hebat, namun ia juga mengakui nasib buruk Neymar karena cedera yang dialaminya.
Skuad Brasil yang memiliki tingkat kompetensi sangat tinggi, terutama di lini depan.
Ancelotti hanya akan memanggil pemain yang berada di level seratus persen.
Syarat ini menjadikan operasi dan rehabilitasi Neymar bukan hanya sekadar proses pemulihan.
Tetapi juga sebuah perlombaan melawan waktu.
Untuk membuktikan bahwa ia layak mendapat tempat di skuad Selecao dan mewujudkan ambisi terakhirnya di Piala Dunia.




