BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Banjir bandang menerjang kawasan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (12/12/2025) pagi dan merusak belasan rumah warga.
Peristiwa banjir bandang di Saguling yang terjadi pada 11 Desember 2025 itu dipicu curah hujan tinggi serta alih fungsi lahan di daerah perbukitan yang kini tengah dibangun proyek perumahan.
Tanggul penahan air di area proyek dilaporkan jebol dan memicu luapan air bercampur lumpur menuju permukiman warga.
Berdasarkan rekaman video amatir, air bah membawa lumpur pekat dan potongan batang pohon, menggenangi ruas jalan kabupaten serta permukiman di Kampung Leuweung Datar, Kecamatan Saguling. Sedikitnya 13 rumah dilaporkan mengalami kerusakan cukup parah.
Pagi berikutnya, warga masih berjibaku membersihkan sisa lumpur tebal yang memenuhi ruangan rumah dan halaman mereka.
Tanggul Jebol Disebut Imbas Alih Fungsi Lahan
Warga menyebut banjir bandang ini bukan kejadian pertama sejak adanya pembangunan perumahan di kawasan bukit sekitar permukiman. Penurunan daya serap air dituding menjadi penyebab utama air meluap dengan cepat saat hujan deras.
“Sebelum ada proyek itu, air tidak pernah sebesar ini. Sekarang kalau hujan sedikit saja sudah khawatir karena tanggulnya sering tidak kuat menahan air,” ujar Agus Sutisna, salah satu warga terdampak.
Petugas BPBD Bandung Barat, Suheri, membenarkan bahwa jebolnya tanggul menjadi pemicu utama banjir.
“Kami masih melakukan penanganan di lokasi dan mendata kerusakan. Faktor alih fungsi lahan memang punya pengaruh besar, terutama ketika curah hujan ekstrem,” katanya.
Warga berharap instansi terkait bersama pihak pengembang segera mencari solusi agar kejadian serupa tidak terulang. Mereka mengaku tidak pernah memberikan persetujuan pembangunan proyek perumahan tersebut, dan menilai dampaknya kini mengancam keselamatan lingkungan sekitar. (uby)







