BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM— Di balik hiruk pikuk dunia kampus dan aktivitas kepemudaan, Arul Fadyah Dzulpaqor menemukan satu ruang yang pelan-pelan membentuk dirinya hari ini. Mahasiswa semester VII Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Pasundan Bandung itu mengenalnya bukan sebagai panggung prestise, melainkan rumah: Duta Generasi Berencana (GenRe).
Semua bermula pada tahun 2020, saat pandemi COVID-19 mengubah banyak hal, termasuk arah hidup Arul. Kala itu, ia bergabung dengan Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R).
Bagi Arul, PIK-R bukan sekadar organisasi, melainkan ruang aman dan nyaman bagi remaja untuk bertumbuh, mengenal diri, dan mulai merancang masa depan.
“Di PIK-R, aku merasa menemukan wadah yang relevan dengan keresahan dan harapanku ke depan,” tuturnya.
Dari ruang kecil itulah, cita-cita Arul untuk melangkah lebih jauh mulai tumbuh: menjadi bagian dari Duta GenRe, sebuah peran yang baginya bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab untuk mendorong perubahan.
Belajar Mengendalikan Diri, Merencanakan Hidup
Bagi Arul, menjadi Duta GenRe adalah tentang hal-hal mendasar yang kerap luput dari perhatian remaja: kemampuan mengambil keputusan, mengelola diri, dan merencanakan kehidupan. Ia percaya, perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama dan konsisten.
“Kadang yang paling sulit itu mengendalikan diri sendiri. Dari situlah semua perencanaan hidup bermula,” ujarnya.
Selama berproses di GenRe, Arul tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang kesehatan reproduksi remaja, pencegahan pernikahan dini, hingga isu stunting, anemia, dan gizi, tetapi juga membangun soft skill yang hari ini menjadi kekuatannya.
Public speaking, manajemen waktu, menjadi MC, moderator, hingga narasumber di berbagai forum, semua ia pelajari dari proses panjang di GenRe. Ruang ini, menurutnya, adalah satu dari sedikit tempat yang benar-benar memberi kebermanfaatan nyata.
“Kalau bukan GenRe, mungkin aku tidak berdiri seperti sekarang,” katanya jujur.
Terjun ke Lapangan, Menjadi Role Model
Berbeda dari organisasi yang hanya berhenti pada wacana, Duta GenRe menuntut anggotanya turun langsung ke lapangan. Edukasi, sosialisasi, dan kampanye dilakukan secara nyata kepada remaja dan masyarakat. Di situlah Arul merasa perannya benar-benar bermakna: menjadi agent of change.
Tak berhenti di sana, Arul menggagas sebuah inovasi bernama Ruang Skala, sebuah ruang dialog untuk mendekatkan remaja dengan realitas hidup mereka, termasuk relasi yang renggang dengan orang tua.
Melalui Ruang Skala, ia dan timnya menggali sebab-akibat yang kerap membuat remaja merasa sendirian, lalu mencoba menghadirkan solusi melalui komunikasi dan perencanaan hidup.
“Perencanaan kehidupan bagi remaja itu penting. Kita mungkin belum tahu akan jadi apa, tapi dengan merencanakan, kita selangkah lebih dekat mengenal diri sendiri,” jelasnya.
Panggung Jawa Barat dan Perjalanan yang Tidak Mudah
Puncak perjalanan Arul terjadi pada tahun 2023, ketika ia berhasil meraih Third Runner Up atau Juara Harapan I Duta GenRe Putra Provinsi Jawa Barat. Dipasangkan dengan Nisa dari Kota Bandung, Arul melalui proses panjang dan tidak mudah, dari pra-karantina, karantina, hingga malam grand final.
Di antara ratusan peserta dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat, setiap finalis membawa keunikan dan keunggulannya masing-masing. Bagi Arul, capaian ini adalah mimpi yang tak pernah ia sangka sebelumnya.
“Ini bukan soal juara, tapi tentang proses dan kebermanfaatan yang bisa dibawa pulang,” ujarnya.
Bukan Pajangan, Tapi Penggerak
Arul menegaskan, Duta GenRe bukanlah simbol atau pajangan semata. Peran ini adalah tentang menjadi eksekutor, fasilitator, dan edukator yang dampaknya benar-benar dirasakan oleh remaja dan masyarakat.
Dari kolaborasi dengan instansi pemerintah, swasta, hingga berbagai stakeholder, Arul melihat betapa luasnya peluang kontribusi ketika anak muda diberi ruang untuk tumbuh. Semua pengalaman itu memperkuat keyakinannya bahwa setiap remaja memiliki potensi yang sama besarnya.
Langkah Kecil Menuju Takdir Terbaik
Hari ini, Arul membawa satu pesan sederhana namun kuat: perubahan besar selalu dimulai dari keberanian untuk peduli dan melangkah. Ia berharap GenRe terus tumbuh, melahirkan generasi muda yang sehat, cerdas, ceria, dan berani merencanakan masa depan.
“Satu tahun mengabdi, selamanya menginspirasi,” ucapnya, mengulang tagline yang terus ia gelorakan.
Bagi Arul, hidup adalah tentang ikhtiar, doa, dan usaha terbaik. Hasil apa pun adalah takdir terbaik dari Tuhan Yang Maha Esa. Dan dari perjalanan panjangnya, ia ingin remaja di Jawa Barat, bahkan Indonesia, percaya bahwa setiap langkah kecil yang dijalani dengan niat baik akan menemukan tempatnya sendiri.
“Semangat menjemput takdir terbaik,” tutup Arul Fadyah Dzulpaqor, Third Runner Up Duta GenRe Putra Provinsi Jawa Barat 2023. (tiwi)







