WWW.PASJABAR.COM – Aktris dan penulis Aurelie Moeremans kembali menjadi perbincangan publik setelah memoar pribadinya berjudul Broken Strings viral di media sosial sejak akhir 2025.
Buku tersebut ramai dibahas sejak Minggu (11/1/2026) hingga Senin (12/1/2026), dengan warganet menyoroti kisah kelam yang diungkap Aurelie. Terkait pengalaman manipulasi dan hubungan toksik yang dialaminya sejak usia belia.
Broken Strings ditulis dari sudut pandang korban dan mengisahkan perjalanan hidup Aurelie Moeremans sejak masa kecilnya di Belgia hingga memasuki dunia hiburan Indonesia.
Dalam buku itu, Aurelie secara terbuka menceritakan bagaimana dirinya terjebak dalam hubungan manipulatif dengan pria yang usianya hampir dua kali lipat darinya.
Manipulasi emosional tersebut perlahan berkembang menjadi kekerasan seksual yang kala itu tidak disadari Aurelie karena dibungkus janji pernikahan.
Kisah tersebut turut menyeret sejumlah nama dari masa lalu Aurelie. Termasuk mantan pasangannya, musisi Roby Tremoti.
Sejak buku itu dirilis secara gratis dalam versi digital, Aurelie menerima banyak dukungan dari publik. Sementara Roby mengaku mendapat berbagai komentar negatif dan menyebutnya sebagai fitnah.
Versi Cetak Segera Hadir
Kabar terbaru menyebutkan bahwa Broken Strings akan segera terbit dalam bentuk buku cetak. Informasi ini disampaikan langsung oleh penerbit Ohara Books melalui akun media sosial resminya pada Senin (12/1/2026).
“Halo teman-teman. Buku Broken Strings karya @aurelie tak lama lagi dapat kamu genggam secara langsung,” tulis Ohara Books dalam unggahannya.
Penerbit menjelaskan, versi cetak Broken Strings akan hadir dalam format hard cover dengan konsep visual berbeda.
Buku ini dilengkapi ilustrasi penuh warna karya ilustrator tea.with.ami untuk memperkuat emosi cerita. Proses penyuntingan dilakukan secara hati-hati oleh Balqisnab tanpa menghilangkan gaya bertutur khas Aurelie.
Ohara Books juga memastikan sistem pemesanan pre-order akan segera dibuka. Terbitnya edisi fisik ini diharapkan memperluas jangkauan pesan buku. Sekaligus menjadi ruang refleksi dan penguatan bagi para pembaca yang memiliki pengalaman serupa. (han)




