CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Keikut Sertaan Indonesia dalam Board of Peace (BoP), Bertentangan dengan Prinsip Politik Luar Negeri Bebas Aktif

Yatti Chahyati
27 Januari 2026
TB Hasanuddin BoP

Indonesia ikut gabung dalam Board Of Peace bentukan Amerika. (Foto : https://www.britannica.com/topic/Board-of-Peace)

Share on FacebookShare on Twitter

# TB Hasanuddin BoP

Dewan Perdamaian Gaza

Oleh : TB Hasanuddin (Anggota Komisi I DPR RI)

Bergabungnya Indonesia ke dalam Board of Peace (BoP) bentukan Amerika Serikat pada awalnya tampak sebagai langkah strategis dan solutif dalam memperjuangkan kepentingan Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina.

Namun, apabila ditelaah secara lebih cermat dan hati-hati, keberadaan BoP justru berpotensi memunculkan persoalan baru dalam upaya menciptakan perdamaian yang adil dan berkelanjutan di Gaza.

Pertama, terpusatnya kekuasaan pada Chairman/Ketua.

Dalam Piagam atau Charter Board of Peace, ditetapkan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menjabat sebagai Chairman (Ketua).

Baca juga:   PDI Perjuangan Jabar Bakal Jaga Ketat TPS

Posisi ini sangat dominan, sebagaimana tercermin dalam Pasal 3.1.(e) yang menyatakan bahwa setiap keputusan Dewan Perdamaian memang diambil melalui mekanisme pemungutan suara, namun tetap harus mendapatkan persetujuan Ketua. Lebih jauh, Pasal 4.1.(e) bahkan memberikan hak veto kepada Ketua.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kewenangan pengambilan keputusan BoP sangat terpusat, sehingga BoP berpotensi hanya menjadi instrumen legitimasi bagi agenda dan proyek perdamaian versi Trump di Gaza, bukan sebagai forum kolektif yang demokratis dan berkeadilan.

Kedua, BoP tidak representatif dalam membangun perdamaian di Gaza.

Struktur BoP tidak melibatkan perwakilan Palestina, sementara Israel justru memiliki keterwakilan di dalamnya.

Baca juga:   Hasanuddin: Anggota TNI Yang Sudah Pensiun Tak Bisa Naik Pangkat Lagi

Hal ini menimbulkan pertanyaan mendasar: bagaimana mungkin perdamaian di Gaza dapat dibangun tanpa menghadirkan suara dan aspirasi rakyat Palestina, yang selama puluhan tahun mengalami penderitaan akibat konflik berkepanjangan?

Absennya representasi Palestina mencerminkan ketimpangan serius dalam proses perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan, sehingga hasil yang diharapkan sulit mencerminkan keadilan substantif.

Berdasarkan dua pertimbangan tersebut, sikap pemerintah Indonesia untuk bergabung ke dalam BoP perlu ditinjau ulang secara serius dan mendalam.

Baca juga:   Operasi Anti-Premanisme di Bandung, Total 131 Orang Telah Diamankan

Ketidaksetaraan dalam mekanisme pengambilan keputusan serta minimnya keterwakilan Palestina telah mencederai prinsip politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.

Pemerintah harus senantiasa tegak lurus terhadap amanat konstitusi UUD 1945, khususnya dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

Dalam praktiknya, Indonesia wajib berperan aktif menjaga perdamaian dunia dengan kebebasan yang berdaulat dalam menentukan sikap, tanpa didikte oleh negara lain, serta konsisten menentang segala bentuk penjajahan dan legitimasi atas penindasan terhadap bangsa lain. (*)

# TB Hasanuddin BoP

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Yatti Chahyati
Tags: Amerika Serikatbebas aktifBoard of PeaceBoPdiplomasi Indonesiadonald trumpDPR RIgazaisu internasionalKomisi I DPRkonflik Palestina IsraelPalestinaPolitik Luar NegeriTB Hasanuddin


Related Posts

hibah kapal induk Garibaldi
HEADLINE

TB Hasanuddin: Hibah Kapal Induk Garibaldi Harus Dihitung Cermat, Jangan Jadi Beban Negara

4 Mei 2026
film Teman Tegar
HEADLINE

Nobar Film Teman Tegar Jadi Kampanye Perlindungan Hutan di Kudus

2 Mei 2026
Foto: Pavlo Gonchar/SOPA Images/LightRocket via Getty Images
HEADLINE

Dituding Jadi Ajang Premium, Harga Tiket Piala Dunia 2026 Menuai Kritik Pedas Suporter

1 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.