WWW.PASJABAR.COM – Para ahli nutrisi menyarankan penerapan kebiasaan makan sehat yang dapat mendukung keseimbangan hormon dan kesehatan metabolisme bagi individu yang berupaya menurunkan berat badan.
Pendekatan kebiasaan makan sehat ini dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan sekadar fokus pada pembatasan kalori.
Mengutip siaran Health pada Senin (26/1/2026), kebiasaan yang dianjurkan meliputi konsumsi serat yang cukup, penerapan pola makan seimbang, pengaturan waktu makan, pengelolaan stres, serta konsumsi makanan yang mengandung asam lemak omega-3.
Kombinasi kebiasaan tersebut diyakini mampu membantu tubuh mengatur nafsu makan dan metabolisme secara alami.
Dietisien Lizzy Swick, RDN, menyatakan bahwa memprioritaskan makanan kaya serat dan minim pengolahan jauh lebih penting dibandingkan terlalu sibuk menghitung kalori.
“Meskipun kalori yang masuk dan keluar tetap berpengaruh, penelitian menunjukkan serat yang dapat difermentasi meningkatkan hormon kenyang seperti GLP-1 dan PYY, yang membantu mengatur asupan energi secara alami,” ujarnya.
Pola Makan Seimbang dan Pengelolaan Stres Jadi Kunci
Serat diketahui berperan besar dalam menjaga kesehatan metabolisme. Nutrisionis Lisa Andrews, MEd, RD, LD, menyebut kecukupan serat sebagai kebiasaan paling penting.
“Serat membantu mengatur nafsu makan, memperbaiki mikrobioma usus, serta menurunkan risiko obesitas dan penyakit kardiovaskular,” katanya.
Selain serat, ahli gizi juga menekankan pentingnya komposisi makanan seimbang. Sarah Glinski, RD, menyarankan pembagian porsi setiap kali makan, yakni seperempat piring protein, seperempat karbohidrat bertepung, serta setengah piring sayur dan buah.
Pengaturan waktu makan turut berperan dalam menjaga kestabilan gula darah. Nutrisionis Alyssa Simpson, RDN, CSDH, CGN, menuturkan bahwa pola makan yang konsisten berdampak besar pada kesehatan metabolisme.
“Pola makan teratur dapat menjaga nafsu makan dan berat badan tetap stabil, bahkan lebih efektif daripada hanya menghitung kalori,” ucapnya.
Tak kalah penting, pengelolaan stres juga perlu diperhatikan. Stres kronis dapat meningkatkan hormon kortisol yang memicu makan emosional.
Selain itu, konsumsi makanan kaya omega-3 seperti ikan dan kenari dinilai membantu mengurangi peradangan dan mendukung kesehatan jantung, sehingga berkontribusi pada keberhasilan penurunan berat badan secara menyeluruh. (han)





