BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Anisa Pramitasari resmi meraih gelar Doktor Ilmu Sosial setelah menjalani Sidang Promosi Doktor Pascasarjana Universitas Pasundan (Unpas), Rabu (28/1/2026). Sidang digelar di Aula Mandalasaba dr. Djoenjoenan, Pascasarjana Unpas, Jalan Sumatra No. 41, Kota Bandung.
Sidang Promosi Doktor tersebut dipimpin oleh Prof. Dr. H. Bambang Heru P, M.S. selaku Ketua Sidang sekaligus Promotor, dengan Co-Promotor Prof. Dr. H. Thomas Bustomi, M.Si. Tim penelaah dan penguji terdiri atas Prof. Dr. R. Taqwaty Firdausijah, M.Si., Prof. Dr. H. Yaya Mulyana Abdul Azis, M.Si., Prof. Dr. H. Kamal Alamsyah, M.Si., serta Prof. Dr. Ir. Yusman Taufik, M.P.

Dalam sidang tersebut, Anisa mempertahankan disertasinya yang berjudul Model Implementasi Kebijakan Ketahanan Pangan Berkelanjutan di Kota Bekasi.
Tantangan Ketahanan Pangan Perkotaan
Penelitian Anisa menyoroti kompleksitas persoalan ketahanan pangan perkotaan di Kota Bekasi yang tidak hanya berkaitan dengan aspek lingkungan, tetapi juga faktor sosial dan kebijakan pemerintah. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah tingginya ketergantungan pangan terhadap daerah lain serta distribusi pangan yang belum merata.
Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed method dengan konsentrasi utama pada pendekatan kualitatif yang dilanjutkan dengan pendekatan kuantitatif (embedded concurrent). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan survei, kemudian dianalisis menggunakan perangkat lunak Nvivo untuk data kualitatif dan SmartPLS untuk data kuantitatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan ketahanan pangan di Kota Bekasi berada pada fase transisi menuju model jaringan kebijakan yang lebih kolaboratif. Namun, pelaksanaannya masih terkendala fragmentasi kewenangan, relasi kuasa negara terhadap sektor bisnis, serta lemahnya koordinasi lintas sektor.

Dorong Model Jaringan Kebijakan Berkelanjutan
Sebagai temuan utama, Anisa menegaskan bahwa keberlanjutan implementasi kebijakan ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh aktor dan struktur jaringan, tetapi juga oleh strategi aktor, fungsi jaringan, aturan main (rules of conduct), kelembagaan, relasi kekuasaan, serta pemanfaatan teknologi pangan dan teknologi informasi pertanian yang terintegrasi.
“Tujuan penelitian saya adalah mengembangkan model jaringan kebijakan ketahanan pangan di Kota Bekasi. Harapannya, hasil penelitian ini bisa diakomodasi dalam regulasi sehingga memberikan manfaat bagi banyak pihak, khususnya dalam bidang ketahanan pangan,” ujar Anisa saat ditemui usai sidang.
Ia menambahkan, penguatan food policy institutional network, integrasi sistem informasi pangan daerah, serta pembangunan mekanisme jejaring yang inklusif, responsif, dan adaptif menjadi rekomendasi penting dalam menghadapi potensi krisis pangan perkotaan.

Dalam sidang tersebut, Anisa dinyatakan lulus dengan IPK akhir 3,67 dan yudisium sangat memuaskan, sekaligus tercatat sebagai lulusan ke-310 Program Doktor Ilmu Sosial Pascasarjana Unpas.
Pada kesempatan itu, Anisa juga menyampaikan apresiasinya terhadap Pascasarjana Unpas.
“Saya berharap Pascasarjana Universitas Pasundan semakin maju, berkembang, dan dikenal dunia. Dukungan para pendidik di pascasarjana ini sangat luar biasa dan sangat memengaruhi kualitas penelitian yang saya hasilkan,” pungkasnya. (han)







