CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Studi Australia: Tes Tusuk Jari Hepatitis B Sangat Akurat

Hanna Hanifah
5 Februari 2026
hepatitis b

ilustrasi. (foto: istockphoto)

Share on FacebookShare on Twitter

WWW.PASJABAR.COM – Sebuah uji coba pertama di dunia yang dilakukan di Australia menemukan bahwa tes tusuk jari sederhana untuk mendeteksi DNA hepatitis B memiliki tingkat akurasi yang setara dengan pengujian laboratorium standar.

Temuan ini membuka peluang akses pengujian yang lebih luas, terutama di daerah terpencil dan wilayah dengan keterbatasan sumber daya.

Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Clinical Microbiology tersebut menunjukkan bahwa pengujian di tempat perawatan atau point-of-care testing (POCT) mampu memberikan hasil dalam waktu sekitar satu jam.

Baca juga:   Munaji Raih Gelar Doktor Ilmu Hukum Pascasarjana Unpas, Bahas Pidana Korupsi

Pemeriksaan ini dapat dilakukan di klinik terdesentralisasi, sehingga mampu mengatasi keterlambatan hasil yang biasanya terjadi pada pengujian berbasis laboratorium.

“Hasil uji coba kami menemukan bahwa POCT dengan metode tusuk jari sangat akurat, hampir sama akuratnya dengan tes tradisional,” ujar Profesor Gail Matthews yang memimpin penelitian di Institut Kirby, Universitas New South Wales Australia, dilansir dari ANTARA.

Baca juga:   Kejar Herd Immunity, 3.000 Anak dan Lansia di Kabupaten Bandung Divaksinasi COVID-19

Potensi Perluasan Akses Pengujian Global

Menurut Matthews, temuan tersebut berpotensi memperluas akses pengujian dan pengobatan hepatitis B secara global, khususnya di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.

Hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan diperkirakan diderita oleh sekitar 254 juta orang di seluruh dunia. Penyakit ini menyebabkan lebih dari satu juta kematian setiap tahun, meski sebenarnya dapat dicegah melalui vaksinasi.

Baca juga:   Ribuan Warga Padati Jalan Asia Afrika untuk Festival Asia Afrika 2024

Namun, data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan bahwa hanya sekitar 8 persen penderita hepatitis B kronis yang menjalani pengobatan. Keterbatasan akses tes menjadi salah satu faktor utama rendahnya angka penanganan tersebut.

Tes tusuk jari ini diharapkan dapat mendukung target WHO untuk mengeliminasi hepatitis B sebagai ancaman kesehatan masyarakat pada 2030. Dengan menghadirkan sistem pengujian yang lebih cepat, sederhana, dan mudah dijangkau masyarakat. (han)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: hepatitis Btes tusuk jari


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.