WWW.PASJABAR.COM – Persib Bandung memiliki masalah serius. Sektor penyerangan ‘Maung Bandung’ jauh dari kata sempurna.
Hal itu bisa terlihat dari kekalahan 0-3 oleh Ratchaburi FC pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Kekalahan itu bukan semata-mata kekalahan.
Sebab, dari kekalahan ini terbongkar borok Persib yang sudah tercium sejak beberapa waktu lalu, khususnya di Super League 2025/2026. Persib Bandung punya sektor penyerangan yang kurang efektif.
Kalaupun menang atau mencetak gol di Super League, daya gedor Persib banyak yang memandang tak memuaskan. Hal itu berlanjut ke ACL 2, khususnya saat dijamu Ratchaburi FC.
Di laga itu, masalah Persib benar-benar terbongkar. Uilliam Barros dan kawan-kawan banyak melakukan serangan dan peluang.
Akan tetapi, semua upaya yang dilakukan berakhir sia-sia. Satu gol pun tak ada yang bisa bersarang ke gawang Ratchaburi FC.
Ini jadi ironi tersendiri. Hal itu pun disesali pelatih Bojan Hodak. Sebab, Ratchaburi FC memiliki peluang, tapi mereka bisa mencetak tiga gol.
“Mereka bisa mencetak gol dan seharusnya kami juga bisa mencetak gol,” kata Bojan Hodak.
Pria asal Kroasia itu jelas tak puas. Sehingga, perlu ada perbaikan yang dilakukan, khususnya di sektor penyerangan.
Harapannya, Persib bisa bermain lebih efektif pada leg kedua melawan Ratchaburi FC yang bakal digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026).
“Kami harus memperbaiki kesalahan yang dilakukan pada laga pertemuan pertama,” ungkapnya.
Bojan Hodak tak mau lagi melihat peluang Persib terbuang sia-sia. Ia ingin setiap peluang bisa dimaksimalkan dengan baik.
Apalagi, Persib benar-benar dalam situasi terdesak. Persib harus menang minimal 4-0 jika ingin melenggang ke babak selanjutnya.
“Kami harus mengubahnya dan kami sebenarnya memiliki peluang, tapi penyelesaian akhir kami harus lebih baik,” pungkas Bojan Hodak. (ars)







