WWW.PASJABAR.COM — Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, mengaku tidak terkejut dengan kericuhan yang terjadi di Stadion GBLA karena ia pernah menyaksikan peristiwa serupa di masa mudanya.
Bagi pria berusia 54 tahun tersebut, atmosfer mencekam di Bandung, Rabu (18/2/26) malam WIB, mengingatkannya pada momen pahit saat ia masih aktif bermain untuk Timnas Thailand.
Worrawoot merujuk pada dua kali pengalamannya di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Final SEA Games 1997 dan Final Piala AFF 2002.
Saat itu Thailand berhasil membungkam Indonesia di laga final yang berakhir dengan kekacauan besar.
Ia mengambil inisiatif cepat untuk segera mengevakuasi timnya dari stadion, demi memastikan keselamatan seluruh pemain dan ofisial Ratchaburi FC dari amukan massa.
Trauma Masa Lalu di Senayan dan Perbandingan Situasi Keamanan Stadion yang Mencekam
Dalam ingatannya, Worrawoot masih merekam dengan jelas bagaimana puluhan ribu suporter tuan rumah meluapkan kemarahan saat timnya meraih kemenangan di Jakarta.
Kenangan tersebut menjadi dasar bagi dirinya untuk memprioritaskan nyawa, dibandingkan urusan seremonial lainnya saat melihat tanda-tanda kerusuhan mulai pecah di area lapangan.
“Kami harus bergegas. Mengapa harus tinggal? Prioritaskan hidup kami terlebih dahulu, yang lainnya bisa menunggu.”
Worrawoot menggambarkan betapa mengerikannya situasi yang pernah ia lalui di Senayan, yang ia sebut sebagai peristiwa yang membekas kuat dalam sejarah karier sepak bolanya.
“Saya pernah mengalami ini sebelumnya di Stadion Senayan, ketika stadion dibakar setelah Thailand mengalahkan Indonesia. Sebanyak 100 ribu penggemar membakar stadion; peristiwa itu masih terukir dalam ingatan saya.”
Worrawoot Srimaka Kritik Sikap Suporter dan Pesan Solidaritas dari Thai League
Pelatih yang sukses membawa Thailand juara di tahun 1997 dan 2002 ini merasa bahwa perilaku brutal oknum suporter Indonesia masih belum menunjukkan perubahan.
Ia menilai insiden di GBLA merupakan catatan sejarah kelam tambahan yang seharusnya tidak perlu terjadi dalam dunia sepak bola profesional modern saat ini.
“Ini adalah peristiwa bersejarah lain yang harus dicatat… Kebrutalan penggemar sepakbola Indonesia tetap sama, tidak berubah, dan bahkan mungkin lebih brutal dari sebelumnya.”
Pihak Thai League melalui akun media sosial resminya turut memberikan dukungan moral bagi skuad Ratchaburi FC, yang harus melewati ujian mental cukup berat di Indonesia.
Mereka mengajak para penggemar sepak bola untuk memberikan semangat, sekaligus berharap agar suasana persaingan di lapangan bisa diredam tanpa melibatkan kekerasan fisik yang membahayakan.
Catatan Sejarah Worrawoot di Indonesia
| Event Internasional | Lokasi Pertandingan | Hasil Akhir | Dampak Kejadian |
| Final SEA Games 1997 | SUGBK (Senayan) | Thailand Menang Adu Penalti | Kericuhan Penonton di Stadion |
| Final Piala AFF 2002 | SUGBK (Senayan) | Thailand Menang Adu Penalti | Ketegangan Luar Biasa di Lapangan |
| ACL 2 (2026) | GBLA (Bandung) | Ratchaburi Lolos (Agregat 3-1) | Suporter Turun ke Lapangan |







