BANDUNG BARAT, WWW.PASJABAR.COM – Curah hujan tinggi yang mengguyur kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Senin (23/2/2026) pagi, menyebabkan tiga bangunan rumah di Komplek Permata Padalarang ambruk rata dengan tanah Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sedikitnya 11 rumah lainnya mengalami kerusakan, mulai dari dinding retak hingga atap jebol akibat pergerakan tanah yang labil.
Peristiwa yang terjadi pada Minggu petang, menjelang waktu berbuka puasa, sempat membuat warga panik setelah terdengar suara gemuruh keras dari arah salah satu rumah milik Budi di Blok F. Tak lama berselang, tiga rumah yang berdempetan langsung roboh secara bersamaan.
Warga dan relawan kebencanaan pada Senin pagi terlihat bergotong royong membersihkan puing-puing bangunan yang berserakan. Beruntung saat kejadian para penghuni rumah sedang tidak berada di lokasi, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Pergerakan Tanah Akibat Hujan Deras
Kepala Desa Jayamekar, Siti Khoiriyah, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir menjadi pemicu utama pergerakan tanah di kawasan tersebut. Kondisi tanah yang labil diperparah dengan letak permukiman warga yang berada di kemiringan tebing bukit.
“Curah hujan yang tinggi membuat tanah menjadi labil dan bergerak. Apalagi posisi rumah warga berada di kemiringan tebing, sehingga sangat rentan terjadi longsor atau ambruk,” ujar Siti Khoiriyah.
Akibat kejadian ini, sebanyak 15 jiwa dari tiga rumah yang ambruk di Padalarang tersebut terpaksa diungsikan ke lokasi yang lebih aman. Selain itu, 11 bangunan lain turut terdampak dengan kondisi kerusakan bervariasi.
Saat ini, bencana pergerakan tanah tersebut telah ditangani oleh aparat terkait di Kabupaten Bandung Barat. Warga diimbau tetap waspada mengingat potensi hujan dengan intensitas tinggi masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (uby)







