BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Nabila Safira Azzahra, yang akrab disapa Abel, resmi terpilih sebagai Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026. Mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Pasundan ini mengaku tidak menyangka bisa berada di titik tersebut.
“Perasaan saya tentu sangat senang dan terharu. Gelar ini adalah pengingat bahwa suara saya kini memiliki tanggung jawab yang lebih besar,” ujar Abel saat diwawancarai, Rabu (4/3/2026).
Bagi Abel, gelar Duta Pendidikan bukan sekadar simbol kebanggaan. Ia memaknainya sebagai komitmen jangka panjang untuk terus belajar dan menjadi penggerak kemajuan pendidikan di tanah kelahirannya.
“Maknanya bukan tentang mahkota, tetapi tentang seberapa luas manfaat yang bisa saya berikan setelah memakai selempang ini,” katanya.
Proses Panjang dan Tantangan Diri
Perjalanan Abel dimulai dari rekomendasi program studinya yang melihat potensi dan keinginannya untuk berkontribusi di bidang pendidikan.
Ia mengikuti rangkaian seleksi Duta Pendidikan Jawa Barat, mulai dari audisi tahap pertama dan kedua, penetapan finalis, hingga berbagai agenda seperti social media challenge, pra-karantina, dan grand final yang digelar di Dago Tea House.
Ajang tersebut merupakan pengalaman pageant pertamanya. Ia mengaku sempat memandang gelar juara sebagai mimpi semata. Namun, berkat kegigihan, kemampuan beradaptasi, dan keberanian untuk belajar hal baru, ia akhirnya diamanahi sebagai Winner Putri Duta Pendidikan Jawa Barat 2026.
“Tantangan terbesar saya adalah menaklukkan rasa takut, keraguan, dan ekspektasi diri sendiri. Saya belajar bahwa kompetisi sesungguhnya bukan menjadi lebih baik dari orang lain, tetapi menjadi versi terbaik dari diri saya yang kemarin,” tuturnya.
Fokus pada Pendidikan Inklusif dan Kolaboratif
Setelah resmi menyandang gelar, Abel menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya sebatas aktivitas di ruang kelas. Menurutnya, pendidikan juga mencakup pembentukan karakter, kepedulian sosial, penguatan nilai, serta pendampingan lintas kalangan.
Dalam waktu dekat, ia dijadwalkan mengikuti pelantikan dan pengukuhan pada 7–8 Maret 2026. Selanjutnya, ia bersama tim akan melaksanakan kegiatan bakti sosial ke Yayasan dan Sekolah Biruku Indonesia. Ia juga terlibat dalam kegiatan pesantren kilat untuk penyandang disabilitas serta program parenting Islami di yayasan tersebut.
“Ke depan, akan ada lebih banyak kegiatan yang berfokus pada kolaborasi, pengabdian, dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Mengubah Cara Pandang tentang Pendidikan
Selama menjalankan peran sebagai Duta Pendidikan, pengalaman paling menyentuh bagi Abel adalah saat berinteraksi langsung dengan anak-anak dari berbagai latar belakang, terutama mereka yang memiliki keterbatasan akses dan kebutuhan khusus.
Ia melihat masih adanya tantangan pendidikan di Jawa Barat, baik dari sisi fasilitas, pendampingan, maupun dukungan keluarga. Pengalaman itu mengubah cara pandangnya bahwa pendidikan bukan semata soal prestasi akademik, melainkan tentang menghadirkan kesempatan yang adil dan membangun rasa percaya diri setiap anak.
“Kontribusi kecil sekalipun, jika dilakukan secara konsisten, dapat memberikan dampak yang berarti,” katanya.
Pesan untuk Remaja Jawa Barat
Kepada para remaja di Jawa Barat, Abel berpesan agar memegang prinsip “Silih Asah, Silih Asih, dan Silih Asuh”. Ia menekankan bahwa ilmu yang dimiliki sebaiknya tidak berhenti pada diri sendiri, melainkan dibagikan untuk memberdayakan orang lain.
“Pendidikan adalah maraton panjang. Jadilah pelari yang tidak hanya mengejar garis akhir untuk diri sendiri, tetapi juga menyemangati mereka yang tertinggal di belakang,” ujar Abel. (tiwi)







