KAB BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Menjelang arus mudik Lebaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB) melakukan berbagai persiapan untuk memantau pergerakan kendaraan pemudik di jalur arteri selatan Jawa Barat. Salah satu upaya yang dilakukan adalah memasang ratusan kamera pengawas atau CCTV yang terhubung langsung dengan ruang kendali Traffic Control System.
Sementara itu, memasuki H-9 menjelang Hari Raya Idul Fitri, kondisi arus lalu lintas di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, masih terpantau ramai lancar. Belum terlihat adanya lonjakan signifikan kendaraan pemudik yang melintas di jalur arteri tersebut.
Pantauan pada Kamis pagi menunjukkan kendaraan yang melintas di Jalan Raya Padalarang didominasi oleh aktivitas kendaraan lokal. Baik kendaraan roda dua maupun roda empat belum menunjukkan kepadatan seperti yang biasanya terjadi saat mendekati puncak arus mudik.
Ratusan CCTV Dipantau dari Traffic Control System
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama arus mudik Lebaran, Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat telah memasang dan mengoperasikan sebanyak 129 kamera CCTV yang tersebar di 59 titik persimpangan yang dianggap rawan kemacetan. Kamera tersebut dipasang di sejumlah jalur strategis yang menjadi lintasan utama para pemudik.
Seluruh kamera pengawas tersebut dipantau secara langsung melalui ruang kontrol Traffic Control System milik Dinas Perhubungan. Melalui sistem ini, petugas dapat memantau kondisi lalu lintas secara real time dan segera mengambil langkah cepat jika terjadi kepadatan kendaraan.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat, Mochamad Ridwan, mengatakan seluruh kamera pengawas tersebut diaktifkan selama periode arus mudik dan arus balik Lebaran.
“Seluruh CCTV yang terpasang kita aktifkan untuk memantau kondisi lalu lintas secara real time dari ruang kontrol. Jika terjadi kepadatan kendaraan di titik tertentu, petugas akan segera dikerahkan untuk melakukan pengaturan lalu lintas di lapangan,” ujar Ridwan.
Ia menambahkan, jalur arteri Padalarang merupakan salah satu jalur penting. Yang dilalui para pemudik dari wilayah Jabodetabek menuju sejumlah daerah di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Seperti Bandung, Garut, Tasikmalaya, hingga wilayah Jawa Tengah.
Dinas Perhubungan memperkirakan puncak arus mudik di jalur tersebut akan terjadi pada 14 hingga 18 Maret mendatang. Oleh karena itu, pemantauan lalu lintas melalui CCTV dan kesiapsiagaan petugas di lapangan akan terus ditingkatkan. Guna memastikan perjalanan para pemudik tetap aman dan lancar. (uby)







