WWW.PASJABAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprakirakan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan dengan intensitas beragam hingga berpotensi petir pada Kamis (19/3/2026). Mulai dari hujan ringan hingga hujan lebat bahkan sangat lebat diprediksi terjadi di berbagai daerah.
Prakirawan BMKG, Rizky, dalam tayangan informasi cuaca yang dipantau melalui kanal resmi BMKG di Jakarta, dilansir dari ANTARA, menyampaikan bahwa potensi hujan lebat hingga sangat lebat berpeluang terjadi di beberapa wilayah.
Di antaranya Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku, serta Papua Selatan.
“Sementara hujan disertai petir diprakirakan terjadi di sejumlah kota besar seperti Padang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Semarang, Banjarmasin, Samarinda, Tanjung Selor, serta Kendari dan Merauke di wilayah timur Indonesia,” ujar Rizky.
Ia menjelaskan bahwa kondisi tersebut dipengaruhi oleh kombinasi dinamika atmosfer yang terjadi di wilayah Indonesia. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan hingga Berawan
Selain hujan lebat, BMKG juga memprakirakan hujan dengan intensitas ringan berpotensi mengguyur sejumlah wilayah. Di antaranya Medan, Pekanbaru, Serang, Jakarta, Bandung, Pontianak, Palangkaraya, Denpasar, Kupang, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, serta sebagian besar wilayah Papua.
Sementara itu, kondisi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal diprakirakan terjadi di Yogyakarta, Banda Aceh, Tanjung Pinang, Bengkulu, dan Mataram. Adapun potensi udara kabur dilaporkan dapat terjadi di Bandar Lampung.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca melalui kanal resmi. Termasuk situs bmkg.go.id maupun media sosial. Hal ini penting guna mengantisipasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari perubahan cuaca ekstrem.
“Pastikan untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui website bmkg.go.id dan media sosial kami di @info.bmkg,” kata Rizky.
Dengan meningkatnya potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, masyarakat diharapkan tetap waspada. Terutama bagi yang beraktivitas di luar ruangan maupun yang tinggal di daerah rawan bencana hidrometeorologi. (han)







