WWW.PASJABAR.COM – Hari kemenangan Idulfitri 1447 Hijriah atau lebaran menjadi momen yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Pemerintah pun menganjurkan masyarakat untuk mengisi waktu dengan aktivitas kebersamaan tanpa terlalu lama terpapar gawai, khususnya bagi anak-anak.
Mengutip unggahan resmi dari Kementerian Komunikasi dan Digital melalui akun Instagram @kemkomdigi, terdapat sejumlah ide permainan yang bisa dimainkan bersama keluarga. Rekomendasi ini sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak.
Salah satu permainan yang direkomendasikan adalah tebak-tebakan. Permainan klasik ini dapat dimainkan oleh semua usia dan efektif mencairkan suasana. Kategori yang digunakan pun beragam, mulai dari benda, hewan, hingga judul lagu. Satu orang bertugas memberi petunjuk, sementara yang lain menebak.
Permainan Klasik hingga Strategi yang Menghibur
Permainan lainnya adalah ABC 5 Dasar yang mengandalkan kecepatan dan konsentrasi pemain. Dalam permainan ini, peserta harus menyebutkan kata sesuai kategori berdasarkan huruf yang ditentukan secara acak dari hitungan jumlah jari. “Siapa yang paling lambat atau gagal menjawab, siap-siap kena hukuman lucu,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Selain itu, permainan Rubik’s Cube juga bisa menjadi pilihan menarik. Permainan ini mengasah fokus sekaligus dapat dijadikan kompetisi seru antaranggota keluarga untuk menyusun warna dengan cepat.
Permainan kartu UNO turut direkomendasikan karena melatih strategi dan ketangkasan. Permainan ini dapat dimainkan di rumah maupun saat perjalanan mudik, dengan catatan kondisi perjalanan tetap aman.
Terakhir, permainan papan Ludo menjadi alternatif yang tak kalah seru. Selain menghibur, permainan ini juga melatih strategi dan konsentrasi pemain. Untuk kenyamanan, disarankan menggunakan papan bermagnet agar bidak tidak mudah bergeser.
Melalui berbagai pilihan permainan ini, masyarakat diharapkan dapat mengisi waktu Lebaran dengan aktivitas positif bersama keluarga. Selain mempererat hubungan, kegiatan ini juga menjadi cara efektif untuk mengurangi ketergantungan pada gawai, khususnya bagi anak-anak. (han)







