BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Isu kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di sejumlah daerah mulai menjadi perhatian masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Dewan Pangaping Paguyuban Pasundan sekaligus Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa secara nasional ketersediaan LPG maupun energi lainnya masih dalam kondisi aman dan terkendali.
Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan silaturahmi dan halal bihalal 1447 Hijriah keluarga besar Paguyuban Pasundan di Bandung, Senin (30/3/2026).
Ia menyebut bahwa dinamika yang terjadi di lapangan lebih banyak dipengaruhi faktor distribusi dan lonjakan permintaan di wilayah tertentu, bukan karena kekurangan pasokan nasional.
Iriawan menegaskan bahwa kondisi energi nasional, termasuk LPG, masih dalam keadaan stabil. Ia menyebut masyarakat tidak perlu khawatir terhadap isu yang berkembang di beberapa daerah.
“Secara nasional kondisi masih aman. Namun di beberapa titik bisa terjadi keterlambatan distribusi sehingga terkesan terjadi kelangkaan,” ujarnya.
Menurutnya, pemerintah bersama Pertamina terus melakukan pemantauan agar distribusi energi dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata dan tidak menimbulkan kepanikan di masyarakat.
Di tengah isu yang berkembang, Iriawan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying, karena hal tersebut justru dapat memperburuk kondisi distribusi di lapangan.
“Kami memohon kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak resah. Jangan sampai situasi menjadi tidak kondusif,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan berbagai langkah antisipasi, termasuk penguatan pasokan energi dari kerja sama internasional dengan sejumlah negara pemasok di Timur Tengah dan Afrika.
Indonesia juga masih menunggu kedatangan kapal-kapal pasokan energi untuk menjaga kestabilan cadangan nasional.
Selain itu, Iriawan menjelaskan bahwa kondisi Indonesia masih relatif lebih stabil dibandingkan beberapa negara lain yang mengalami lonjakan harga energi cukup tinggi. Hal ini ditopang oleh cadangan energi yang cukup serta kontrak kerja sama jangka panjang dengan berbagai negara.
“Terkait kebijakan ke depan, kita menunggu keputusan resmi pemerintah yang akan diatur melalui regulasi dan dibahas lintas kementerian sebelum diumumkan kepada publik,” jelasnya.
Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah berharap distribusi LPG tetap lancar. Dan isu kelangkaan yang muncul di sejumlah daerah tidak berkembang menjadi keresahan di masyarakat. (han)
© 2018 www.pasjabar.com
© 2018 www.pasjabar.com
