WWW.PASJABAR.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah ibu kota provinsi di Indonesia akan diguyur hujan ringan pada Selasa (31/3/2026).
Kondisi ini menunjukkan dominasi cuaca basah di berbagai daerah, meski dengan intensitas yang bervariasi.
Prakirawan BMKG Medayu Bestari dalam siaran kanal YouTube yang dipantau di Jakarta menyampaikan, prakiraan cuaca diawali dari Pulau Sumatra.
Kota Tanjung Pinang diprakirakan berawan tebal, sedangkan Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Bengkulu, Bandar Lampung, dan Pangkal Pinang berpotensi diguyur hujan ringan.
“Waspadai hujan yang dapat disertai petir di wilayah Jambi dan Palembang,” katanya.
Beralih ke Pulau Jawa, seluruh ibu kota provinsi diprakirakan mengalami hujan ringan, mulai dari Kota Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, hingga Surabaya.
Potensi Hujan Petir dan Intensitas Sedang di Sejumlah Wilayah
Untuk wilayah Kalimantan, Kota Pontianak diprakirakan berawan tebal. Sementara itu, hujan ringan berpotensi mengguyur Palangkaraya, Tanjung Selor, dan Samarinda.
“Waspadai hujan petir yang dapat melanda Kota Banjarmasin,” ucap Medayu.
Di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, cuaca berawan diprakirakan terjadi di Denpasar, berawan tebal di Kupang, serta hujan dengan intensitas sedang di Mataram.
Selanjutnya di Pulau Sulawesi, Kota Manado diprediksi berawan tebal, sedangkan Gorontalo, Palu, dan Kendari akan mengalami hujan ringan. Adapun hujan dengan intensitas sedang diprakirakan melanda Mamuju dan Makassar.
Untuk wilayah Maluku dan Maluku Utara, Ternate diprakirakan berawan tebal, sementara Ambon akan diguyur hujan ringan.
Sementara itu di wilayah Papua, hujan ringan diprakirakan terjadi di Sorong, Manokwari, Nabire, Jayapura, dan Jayawijaya.
“Kota Merauke akan diguyur hujan dengan intensitas sedang,” ujar Medayu.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi hujan lebat hingga sangat lebat di beberapa wilayah, khususnya Jawa Barat dan Sulawesi Barat.
Masyarakat di daerah tersebut diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan dampak cuaca ekstrem, seperti genangan, banjir, maupun gangguan aktivitas harian. (han)







