CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Harga Kedelai Naik, Pengrajin Tempe Pilih Perkecil Ukuran Produk

Uby
8 April 2026
pengrajin tempe

Para pengrajin tempe di Cimahi terpaksa menyiasati lonjakan biaya produksi dengan memperkecil ukuran tempe yang dijual kaarena kenaikan harga bahan baku. (foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM – Para pengrajin tempe di Cimahi terpaksa menyiasati lonjakan biaya produksi dengan memperkecil ukuran tempe yang dijual.

Langkah ini diambil sebagai upaya mempertahankan usaha di tengah kenaikan harga bahan baku, terutama kacang kedelai dan plastik pembungkus yang terus merangkak naik di pasaran.

Kenaikan harga bahan baku tersebut membuat para pengrajin harus memutar otak agar tetap bisa berproduksi tanpa membebani konsumen.

Saat ini, harga kedelai telah mencapai Rp10.800 per kilogram, sementara harga plastik bening melonjak dari Rp30 ribu menjadi Rp50 ribu per pak. Kondisi ini menyebabkan biaya operasional meningkat signifikan dalam beberapa waktu terakhir.

Baca juga:   Cucu Saputra : Dunia Pendidikan Punya Peran Strategis Cegah Penyalahgunaan Narkoba

Ukuran Diperkecil, Produksi Dikurangi

Untuk menekan biaya, para pengrajin memilih tidak menaikkan harga jual, melainkan memperkecil ukuran tempe. Selain itu, jumlah produksi juga dikurangi hingga 30 persen akibat menurunnya daya beli masyarakat.

Salah seorang pengrajin tempe, Kusnanto, mengaku langkah tersebut terpaksa diambil agar usaha tetap berjalan. “Kalau harga dinaikkan, pembeli bisa makin berkurang. Jadi kami kecilkan ukuran saja, walaupun keuntungan jadi makin tipis,” ujarnya.

Baca juga:   Pengrajin Tempe Goreng Menjerit Dampak Kacang Kedelai Mahal

Meski biaya produksi meningkat, harga jual tempe masih bertahan di kisaran Rp6 ribu per batang. Namun, kondisi ini dinilai tidak ideal jika berlangsung dalam jangka panjang karena dapat mengancam keberlangsungan usaha kecil.

Para pengrajin berharap pemerintah dapat turun tangan untuk menstabilkan harga bahan baku, khususnya kedelai dan plastik, agar usaha mereka tetap bertahan. Tanpa adanya intervensi, dikhawatirkan banyak pengrajin yang tidak mampu lagi melanjutkan produksi akibat tekanan biaya yang terus meningkat.

Baca juga:   Pengrajin Tempe Cimahi Tercekik Naiknya Harga Kacang Kedelai Impor

Dengan kondisi ekonomi yang belum stabil, para pelaku usaha kecil seperti pengrajin tempe kini harus terus beradaptasi agar tetap bisa bertahan di tengah tantangan pasar. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: harga kedelai naikharga plastik naikPengrajin Tempepengrajin tempe cimahi


Related Posts

tahu cibuntu bandung
HEADLINE

Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu Cibuntu Bandung Naikkan Harga

1 April 2026
Pengrajin Tempe Goreng Menjerit Dampak Kacang Kedelai Mahal
PASBANDUNG

Pengrajin Tempe Goreng Menjerit Dampak Kacang Kedelai Mahal

2 November 2022
Pengrajin Tempe Cimahi Tercekik Naiknya Harga Kacang Kedelai Impor
PASBANDUNG

Pengrajin Tempe Cimahi Tercekik Naiknya Harga Kacang Kedelai Impor

4 Oktober 2022

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.