CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

admin
9 Mei 2026
Prodi Tutup

ilustrasi (Foto : pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

# Penutupan Prodi Keguruan

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Wacana penataan program studi (prodi) di perguruan tinggi kembali menjadi perhatian.

Itu setelah adanya pernyataan dari Wakil Menteri, terkait evaluasi besar-besaran terhadap sejumlah program studi yang dinilai sudah jenuh dan minim peluang kerja.

Menanggapi hal tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Jawa Barat dan Banten, Dr. Lukman menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bukanlah penutupan ekstrem terhadap program studi tertentu.

Melainkan dorongan agar perguruan tinggi mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman.

Menurutnya, kampus perlu mulai “move on” atau berhijrah dari program studi yang sudah mengalami kejenuhan peminat dan memiliki lapangan pekerjaan terbatas menuju program studi baru yang lebih relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan masa depan.

“Realitanya, banyak program studi yang ketika mahasiswanya lulus, pertanyaannya adalah mereka akan bekerja di mana? Sementara lapangan pekerjaannya sudah tidak ada,” tuturnya.

Baca juga:   Hukum, Ukuran, dan Niat Zakat Fitrah

Supaya mahasiswa tidak dirugikan, kami meminta program studi yang sudah jenuh untuk mengalihkan diri kepada program studi baru yang lebih memiliki peluang kerja,” ujar Lukman.

Ia menjelaskan, proses pengalihan tersebut tidak serta-merta merugikan perguruan tinggi.

Dosen dan sumber daya yang sebelumnya berada pada program studi lama dapat dipindahkan ke program studi baru, termasuk sarana dan prasarananya sehingga proses transisi berjalan lebih mulus.

Dinamika Program Studi Dinilai Hal yang Wajar

Lukman menyebutkan bahwa dinamika pembukaan dan penutupan program studi sebenarnya sudah menjadi hal biasa di lingkungan perguruan tinggi.

Di wilayah Jawa Barat dan Banten sendiri, terdapat sekitar 3.051 program studi, dan sekitar 9 persen di antaranya mengalami perubahan setiap tahun.

“Ada program studi baru yang dibuka, ada juga yang ditutup. Ini dinamika yang wajar dan sudah berlangsung dari tahun ke tahun. Jadi bukan sesuatu yang baru,” katanya.

Baca juga:   Hadirkan Senyum Warga, Kapolresta Bandung Resmikan Rumah Layak Huni di Pameungpeuk

Menurutnya, kegaduhan muncul karena isu tersebut disampaikan dalam skala besar sehingga menjadi warning bagi perguruan tinggi yang memiliki program studi dengan prospek kerja terbatas.

Ia menekankan bahwa kampus seharusnya tidak hanya membuka program studi karena memiliki sumber daya manusia dan fasilitas pendukung, tetapi juga harus memikirkan keberlanjutan karier lulusannya.

“Yang harus dipikirkan adalah mahasiswa. Setelah lulus mereka akan bekerja di mana? Jangan sampai kampus membuka program studi tetapi tidak mempertimbangkan peluang kerja lulusannya,” tambahnya.

Universitas Pasundan Pastikan Prodi Masih Relevan

Sementara itu, Rektor Universitas Pasundan, Prof. Dr. H. Azhar Affandi menyampaikan bahwa hingga saat ini program studi yang ada di Unpas masih berada dalam kategori aman dan relevan dengan kebutuhan masyarakat maupun dunia industri.

“Alhamdulillah, kalau melihat keberadaan program studi di Unpas saat ini, belum ada yang termasuk kategori program studi yang harus menjadi warning. Keberadaannya masih sangat diperlukan dan potensial,” ujarnya.

Baca juga:   Banjir di Bandung Ada di 54 Titik

Meski demikian, Unpas tetap melakukan langkah antisipatif dengan mengembangkan program-program pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan industri masa depan.

Pengembangan tersebut dilakukan bukan hanya melalui pembukaan program studi baru, tetapi juga melalui penguatan kekhususan dan konsentrasi keilmuan.

Menurut Azhar, pembukaan program studi baru bukan perkara mudah karena membutuhkan berbagai persyaratan akademik dan administratif.

Karena itu, strategi yang lebih realistis adalah memperkuat spesialisasi pada program studi yang sudah ada agar tetap kompetitif dan relevan.

Langkah tersebut dinilai penting di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, digitalisasi, hingga transformasi industri.

Perguruan tinggi kini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga memastikan lulusannya memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan dunia kerja. (han/tie)

# Penutupan Prodi Keguruan

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor: admin


Related Posts

Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026
Sidang Doktor Raden Khemal
HEADLINE

Sidang Terbuka Doktor Unpas: Raden Khemal Youwangka Raih Gelar Doktor Ilmu Manajemen

8 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.