CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Selasa, 12 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Cinta Budaya, Mahasiswa STKIP Pasundan Ini Pilih Fokus Mendalang

admin
12 Februari 2020
Share on FacebookShare on Twitter

CIMAHI, WWW.PASJABAR.COM — Mendalang bagi Yustandi Koswara atau kerap disapa “Iyus”, adalah sesuatu yang mendarah daging di dalam tubuhnya. Pemuda kelahiran Bandung, 17 Agustus 2000 ini mengaku bahwa sejak kecil ia tertarik dengan dunia pewayangan.

“Saya mulai menyukai pewayangan sejak tahun 2005 atau 2006 dimana saya kerap melihat pementasan wayang di VCD atau saat pagelaran langsung,” terangnya.

Dari sana ia mulai menggeluti dunia wayang dan kerap menjadi dalang dalam berbagai acara yahg diselenggarakan di berbagai kota mulai dari Bandung, Garut, Tasikmalaya,  Kabupaten Bandung Barat, Subang hingga Bogor.

Baca juga:   Tingginya Penurunan Kesehatan Mata Anak-anak, AINI Gelar Pemeriksaan Mata Gratis

“Saya berharap kedepannya akan terus dapat mendalang atau memainkan wayang golek karena ingin melestarikan budaya khususnya wayang golek,” tandas penfavorit warna biru dan hitam serta penikmat segala jenis makanan kecuali petai.

Pemilik motto “Dimana ada kemauan disitu ada jalan” ini pun bercita-cita menjadi seniman agar bisa melestarikan dan memperkenalkan budaya wayang golek hingga ke kancah internasional.

Baca juga:   Milangkala SMK Pasundan 1 Bandung ke-57, “Berkualitas Kompeten dan Berkarakter”

“Adapun aktifitas saya disamping berkuliah, juga menjadi pengurus Karang Taruna Kota Bandung dan terus berlatih wayang golek,” jelas mahasiswa STKIP Pasundan jurusan PPKn.

Peraih 6 besar pemuda Pelopor Kota Bandung ini pun bercerita bahwa ia mengidolakan  Asep Sunandar karena merupakan salah satu dalang mahestro yang terkenal membuat terobosan baru.

“Saya juga banyak terinspirasi dari  rekan dan orang tua saya. Dari sana pun saya belajar memaknai bahwa hidup adalah tentang bagaimana kita bermanfaat bagi orang banyak,” jelas anak kedua dari empat bersaudara.

Baca juga:   STKIP Adalah Rumah, Hidup dan Penghidupan

Terakhir Iyus juga berkata bahwa kita patut terus melestarikan budaya lokal agar anak cucu kita nanti mengetahui bahwa banyak kultur budaya yang ada di Indonesia. “Jangan hanya menjadi penikmat sejarah tapi cobalah jadi pelaku sejarah,” pungkasnya. (Tan)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: mahasiswa pasundanmahasiswa STKIPpasundanSTKIPuniversitas pasundan


Related Posts

IKA Unpas 2026
HEADLINE

Dr. Nenden Euis Sri Mulyati Terpilih Menjadi Ketua IKA Unpas 2026–2031

10 Mei 2026
Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.