CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Senin, 11 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Pentingnya Plasma Konvalesen Untuk Penyembuhan Covid 19

Yatti Chahyati
18 Januari 2021
Pentingnya Plasma Konvalesen Untuk Penyembuhan Covid 19
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Plasma konvalesen merupakan salah satu terapi penyembuhan COVID-19 yang merupakan inisiatif PMI bersama Lembaga Biologi Molekuler Eijkman yang telah melalui sejumlah tahapan.

Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla mengatakan sejak Mei 2020 organisasi kemanusiaan tersebut telah melakukan 7.000 kali donor plasma konvalesen untuk membantu penyembuhan masyarakat yang terinfeksi COVID-19.

“Kurang lebih 40 per hari plasma konvalesen dilakukan PMI,” terangnya dalam pencanangan gerakan nasional pendonor plasma konvalesen.

Baca juga:   Pastv Warga Kota Bandung Penuhi Mall Tidak Takut Covid-19

Meskipun demikian, Wakil Presiden Indonesia ke-10 dan 12 tersebut menyadari jumlah itu masih jauh dari memenuhi kebutuhan donor plasma konvalesen di tanah air.

Seperti yang dilansir dari antaranews.com pada Senin (18/1/2021) permintaan donor plasma konvalesen di berbagai daerah minimal membutuhkan 200 sementara jika dirata-ratakan saat ini baru bisa mencapai 40 hingga 50 per hari.

Oleh sebab itu, adanya gerakan nasional pendonor plasma konvalesen diharapkan bisa mencapai lima kali lipat dari kuota sebelumnya.

Baca juga:   Cegah Corona, Emil Minta Sekolah di Jabar ‘Rem’ Studi Tour  

Ia menyakini apabila target 200 per hari bisa dicapai, maka tingkat kematian akibat COVID-19 bisa ditekan lebih rendah.

“Jadi harus ditingkatkan lima kali lipat. Sebenarnya hal itu mudah apabila diketahui,” ujarnya.

Sebab, berdasarkan data, hingga kini dilaporkan pasien sembuh COVID-19 secara nasional sudah mencapai 736 ribu. Artinya, dari ratusan ribu yang sudah sembuh berpeluang besar untuk melakukan donor plasma konvalesen. Sebab tidak semua penyintas bisa menyumbangkan plasma konvalesen miliknya.

Baca juga:   Pemkot Bandung Tanam 1.625 Bibit dan Bangun Kolam Retensi Ciporeat

Sebagai contoh perempuan yang sudah hamil tidak disarankan melakukan donor plasma konvalesen. Jika 20 persen dari 736 ribu pasien sembuh mau melakukan donor plasma konvalesen, maka semua kebutuhan dapat dipenuhi.

Secara umum program plasma konvalesen sudah dimulai sejak Mei 2020 dengan dukungan dan penelitian Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: COVID-19donorPlasma KonvalesenPMI


Related Posts

PMI
PASBANDUNG

Polisi Tangkap Dua Pembunuh PMI yang Jasadnya Dibuang ke Citarum

15 Oktober 2025
COVID-19
HEADLINE

Kasus COVID-19 Naik, Menkes Minta Masyarakat Waspada

11 Juni 2025
Kasus COVID
HEADLINE

RSHS Bandung Siaga Hadapi Potensi Lonjakan Kasus COVID-19

9 Juni 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.