CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Rabu, 13 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASDUNIA

Kekerasan di Myanmar Makin Ganas, Inggris Desak Warganya Pulang

Tiwi Kasavela
13 Maret 2021
AS Pinta Myanmar Hentikan Intimidasi dan Penangkapan Wartawan

Ilustrasi (https://m.antaranews.com/berita/2024436/asean-serukan-solusi-damai-untuk-penyelesaian-krisis-myanmar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Pemerintah Inggris mengatakan bahwa kekerasan di Myanmar meningkat setelah militer menggulingkan pemerintah Aung San Suu Kyi melalui kudeta pada 1 Februari.

Inggris pun pada Jumat, mendesak para warganya untuk meninggalkan Myanmar atau, kalau mereka tidak bisa keluar dari negara itu, tinggal di rumah.

Desakan itu dikeluarkan setelah sehari sebelumnya, Kamis (11/3/2021) sebuah kelompok pembela hak asasi mengatakan pasukan keamanan menewaskan 12 pengunjuk rasa.

Baca juga:   Lima Lulusan English for Ulama Tiba di Inggris untuk Berdakwah

Permintaan bagi warga Inggris agar keluar dari Myanmar juga muncul ketika pengacara Suu Kyi mencemooh tuduhan baru terkait suap, yang dilayangkan terhadap kliennya itu.

“Kantor Luar Negeri, Persemakmuran & Pembangunan (FCDO) menyarankan para Warga Negara Inggris untuk meninggalkan negara itu dengan menggunakan alat transportasi komersial, kecuali ada kebutuhan mendesak untuk tinggal,” kata Kementerian Luar Negeri Inggris dalam pernyataan.

Baca juga:   Samsung Siapkan Galaxy Flip8 dan Fold8 dengan Desain Lebih Tipis

“Ketegangan dan kerusuhan politik meluas sejak pengambilalihan militer dan tingkat kekerasan meningkat,” tambahnya dikutip dari Reuters dan Antara.

Inggris mengutuk kekerasan di Myanmar dan menyerukan agar demokrasi dipulihkan.

Pada awal pekan ini, Inggris juga menyiratkan sedang menjajaki sanksi tambahan terhadap Myanmar. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: inggrisKekerasankudetaMyanmar


Related Posts

Femisida: Kegagalan Kita Membaca Kekerasan terhadap Perempuan
RUANG OPINI

Femisida: Kegagalan Kita Membaca Kekerasan terhadap Perempuan

5 Februari 2026
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mendapat penghargaan trofi perdamaian dari FIFA atau FIFA Peace Prize di tengah-tengah acara undian Piala Dunia 2026. Final Draw atau undian Piala Dunia 2026 digelar di John F. Kennedy Center for the Performing Arts, Washington, D.C. pada Jumat (5/12/2025) pukul 12.00 Eastern Time atau tengah malam WIB.(FIFA)
HEADLINE

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026: FIFA Berpotensi Menghadapi Kebangkrutan Finansial Dan Gugatan Hukum Terbesar Dalam Sejarah Sepak Bola Dunia

28 Januari 2026
Bulutangkis Indonesia putri
HEADLINE

Bulutangkis Beregu Putri Indonesia Lolos ke Semifinal, Kalahkan Myanmar 3-0

7 Desember 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.