CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Hadapi Mitigasi Inflasi, Bandung Mulai Garap Bawang Merah

Tiwi Kasavela
10 Oktober 2021
Hadapi Mitigasi Inflasi, Bandung Mulai Garap Bawang Merah

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar di Taman Dewi Sartika Bandung, Kamis, (7/10/2021). (Ist)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM– Pada 14 Oktober 2021 mendatang, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mencanangkan penanaman bawang merah dengan konsep Buruan Sehat Alami Ekonomis (SAE) dalam Rangkaian Aksi Pangan Lestari (Rapatar) di Marakes, Buahbatu.

Hal ini dilakukan untuk terus memperkuat konsep ketahanan masyarakat dengan berbagai strategi. Melalui beragam program kini pengembangan komoditas terus dilakukan.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar mengatakan, dalam Rapatar nanti akan menjadi gebyar beragam program DKPP.

Yakni mulai kembali Bandung Menanam Jilid 3, yang akan diikuti serentak oleh 30 kecamatan dan didukung 8 kesatuan TNI sebagai rangkaian menyambut Hari Pohon Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 November.

“Rapatar itu jadi intinya program apa saja yang sudah DKPP gulirkan seperti Buruan SAE, Bandung menanam, pengadaan benih dan sebagainya terkait dengan pangan menjadi sebuah yang berkelanjutan,” kata Gin Gin di Taman Dewi Sartika Bandung, Kamis, (7/10/2021).

Baca juga:   Jelang Ramadhan Harga Sayuran di Bandung Naik

Sebagai tambahannya, lanjut Gin Gin, dalam Rapatar akan dimulai dengan pencanangan menanam bawang merah. Menurutnya penambahan komoditas ini sebagai strategi untuk mitigasi inflasi.

Gin Gin memaparkan, dari sekian banyak komoditas yang berpengaruh terhadap inflasi ini diantaranya adalah cabe dan bawang merah. Sehingga penanaman bawang merah diharapkan mampu mengatasi inflasi. Karena setidaknya bisa untuk pemenuhan kebutuhan rumah tangga.

“Kalau cabe sudah berjalan cukup lama dan ini bawang merah yang akan dikembangkan sebagai salah satu komponen di Buruan SAE atau pengembangan ketahanan pangan di Kota Bandung,” jelasnya.

Baca juga:   Pengusaha Sarung di Majalaya Kebanjiran Orderan Jelang Lebaran 2023

Gin Gin menuturkan, bawang merah ini memang bukanlah tanaman yang lazim menjadi komponen urban farming. Mengingat selama ini bawang merah menjadi komoditas besar yang ditanam di lahan luas.

Namun, Gin Gin sudah sejak lama mulai mencoba pengembangan menanam bawang merah di media tanam berskala kecil.

Saat acara Rapatar nanti akan dimulai pencanangannya agar bisa direplikasi di kelompok Buruan SAE lainnya yan kini sudah berjumlah 234 kelompok.

“Karena selama ini bawang merah diasumsikan ditanam di lahan cukup luas, kita akan coba di polybag atau di lahan sempit dan terbatas. Sebelumnya kita sudah coba di demplot di tempat kita, dan ini kita akan tularkan di tempat lain,” bebernya dalam rilis yang diterima PASJABAR.

Baca juga:   Puluhan Pengungsi Gempa di Kertasari Mengeluh Sakit, Tim Medis Dikerahkan

Gin Gin menambahkan, sudah ada pihak yang siap menampung hasil penananman abwang merah.

Apabila dalam pelaksanaannya nanti berhasil dan terdapat kelebihan, tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan rumah tangga saja.

“Khusus untuk bawang, karena ini menjadi komoditi cukup komersil dan untuk pemasok atau pengumpulnya sudah ada pengusaha yang siap untuk membeli hasil bawang,” ungkapnya.

Dalam aksi Rapatar nanti, Gin Gin juga mulai memperkenalkan penambahan komponen lainnya sebagai pengembangan konsep Buruan SAE. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan nilai ekonomis.

“Kemudian kegiatan lain akan menguatkan Buruan SAE selain yang sudah berjalan dengan beberapa konten baru, seperti jenis ternak baru. Intinya supaya meningkatkan nilai ekonomi kelompok ini terus berputar dan Buruan SAE terus berlangsung,” katanya. (*/tiwi)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: Bawang merah


Related Posts

harga pangan
HEADLINE

Harga Pangan Turun, Cabai dan Bawang Merah Paling Signifikan

17 Agustus 2025
harga pangan
HEADLINE

Beberapa Harga Pangan Naik, Bawang dan Beras Premium Melonjak

18 November 2024
harga pangan
HEADLINE

Harga Pangan Naik, Bawang Merah Melonjak di Tingkat Eceran

6 November 2024

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.