CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Media Penyiaran Jangan Manja, Ambil Konten dari Media Asing

Yatti Chahyati
29 November 2021
Media penyiaran

ilustrasi (foto : pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM — Anggota Komisi I DPR RI, Dave Akbarshah Fikarno meminta media penyiaran Indonesia, dapat menggunakan paradigma out of the box. Sehingga, konten yang disajikan dapat bersaing dengan media asing, namun tetap diminati masyarakat Indonesia.

Dave menerangkan, setelah Analog Switch Off (ASO) terealisasi penuh pada 2 November 2022. Maka ada efisiensi lebar pita, yang memungkinkan semakin banyak media penyiaran baru berkembang.

Baca juga:   TB Hasanuddin Ajak Nelayan Di Legon Wetan Tanam 2000 Mangrove

Hal ini kata Dave, harus diiringi peningkatan kualitas produksi konten- konten, yang mendidik di ruang publik.

“Industri kreatif penyiaran harus berinovasi menghadirkan konten dengan nilai- nilai yang kita anut seperti tata krama, moralitas, dan nasionalisme. Jangan manja, cuma ambil program dari media asing lalu di-dubbing. Ini justru tidak mendukung industri kreatif Indonesia,” kata Dave dikutip PASJABAR dari antara, Senin (29/11/2021).

Baca juga:   Umat Katolik Gereja Katedral Bandung Siap Bertemu Paus Fransiskus di GBK Jakarta

Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat, Agung Suprio, berharap konten lokal edukatif, insipiratif serta ramah anak. Dapat mendominasi media penyiaran Indonesia, supaya bisa memberikan manfaat optimal kepada seluruh masyarakat.

“Kami terus berharap TV dan radio (di Indonesia), bisa membuat lebih banyak konten bermuatan lokal, yang memang asli menggambarkan Indonesia,” ucap Agung.

Menurut Agung, muatan lokal yang inspiratif, edukatif, dan ramah anak harus menjadi prioritas. Alasannya,  media penyiaran di Indonesia merupakan media yang paling banyak diakses. Meski harus bersaing dengan perkembangan media digital.

Baca juga:   TB Hasanuddin: Tak Ada Pasal Karet dalam UU ITE

Lembaga Riset Media Nielsen mendata, selama 2020 media penyiaran merupakan media yang paling banyak diakses masyarakat. Media penyiaran pun kini bersaing ketat dengan platform digital, seperti layanan streaming audio serta OverThe-Top (OTT). (ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: DPR RIKPI


Related Posts

hibah kapal induk Garibaldi
HEADLINE

TB Hasanuddin: Hibah Kapal Induk Garibaldi Harus Dihitung Cermat, Jangan Jadi Beban Negara

4 Mei 2026
film Teman Tegar
HEADLINE

Nobar Film Teman Tegar Jadi Kampanye Perlindungan Hutan di Kudus

2 Mei 2026
TNI Gugur di Misi UNIFIL
HEADLINE

TNI Gugur di Misi UNIFIL, Pemerintah Harus Dorong Investigasi dan Perkuat Mitigasi Keamanan

30 Maret 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.