CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Hasil Survei CfDS, Sedikit Masyarakat Bisa Bedakan Data Pribadi

Yatti Chahyati
2 Desember 2021
data pribadi

ilustrasi (foto : pixabay.com)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Manager Digital Intelligence Lab CfDS FISIPOL UGM, Paska Darmawan mengungkapkan, berdasarkan hasil survei hanya sedikit masyarakat Indonesia, yang bisa membedakan antara data pribadi dan bukan. Dari 2401 rseponden yang tersebar di 34 provinsi, hanya 18,4% (441 dari 2401 responden), yang mampu mengidentifikasinya dengan benar.

“Tetapi ketika kami (peneliti) meminta responden, untuk mengidentifikasi kira-kira apa saja yang termasuk sebagai data pribadi. Ternyata hanya 18,4% responden saja, yang mampu mengidentifikasi jenis-jenis data pribadi secara lengkap dan benar. Sehingga di sini bisa dilihat ada GAP antara persepsi masyarakat, tentang apakah mereka mengetahui tentang data pribadi atau tidak dengan realitanya,” kata Paska dikutip PASJABAR dari laman UGM, Kamis (2/12/2021).

Baca juga:   Tol Cisumdawu Diresmikan, Akses ke Bandara Kertajati Semakin Mudah

Survei ini dilakukan, mulai 21 Oktober sampai 1 November 2021. Semua responden diketahui berada dalam rentang usia 13-80 tahun. Mayoritas responden atau sebanyak 53,3%, memiliki ijazah SMA/sederajat serta 27,5% lainnya memiliki ijazah strata I atau sarjana.

Dalam survei mereka, Paska mengungkapkan bahwa ketika responden ditanyakan apakah mereka mengetahui terkait yang dimaksud dengan data pribadi, hampir dari keseluruhan responden atau sebanyak 98,9% mengaku mengetahui hal tersebut.

Baca juga:   Pelaku Penembakan di Kantor MUI Pusat Meninggal Dunia di Lokasi

“Setelah responden ditanyakan terkait persepsi mereka terkait pengetahuan data pribadi, responden kemudian diuji menentukan. Apakah data A termasuk data pribadi atau tidak, data B termasuk data pribadi atau tidak,” sambung Paska.

Terkait hasil tersebut, pihaknya berharap, ada upaya untuk meningkatkan literasi digital di kalangan masyarakat. CfDS UGM merekomendasikan pendekatan multi-stakeholder, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan tingkat dasar sampai universitas, sektor privat/platform teknologi, serta lembaga masyarakat. (ytn)

Print Friendly, PDF & Email
Editor:


Related Posts

Prodi Tutup
HEADLINE

LLDIKTI IV Warning Kampus, Unpas Pastikan Prodi Tetap Aman

9 Mei 2026
Guru Besar Unpas
HEADLINE

Pengukuhan 9 Guru Besar Unpas, Perkuat Posisi sebagai Kampus dengan Profesor Terbanyak di Jabar dan Banten

9 Mei 2026
Sidang Doktor Ade Yusuf
HEADLINE

Sidang Doktor Ade Yusuf Bahas Pengaruh Faktor Teknologi terhadap Penggunaan Bukalapak

8 Mei 2026

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.