CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Dampak Perang Rusia – Ukraina untuk Ekonomi Indonesia

Yatni Setianingsih
25 Maret 2022
Rusia Mulai Perang dengan Ukraina di Wilayah Ini

Wilayah Ukraina dan Rusia (foto : tangkapan layar google maps)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Pengamat Ekonomi Dunia dan Politik Internasional UGM, Dr. Riza Noer Arfani, M.A, menilai secara umum jika perang Rusia – Ukraina berlarut-larut maka kondisi geopolitik dan geoekonomi secara global memiliki implikasi yang cukup serius. Termasuk dampaknya bagi negara-negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

“Dampak yang bisa dilihat dari konflik ini adalah sisi geopolitik dan sisi geoekonomi. Dari sisi geopolitik persaingan negara-negara  barat dengan Rusia akan berlangsung dalam beberapa waktu ke depan. Selama ini kita melihat Rusia sebagai pewaris negara adikuasa Uni Sovyet. Mereka nampaknya menginginkan status itu tetap ada,” katanya seperti dikutip PASJABAR dari laman ugm, Jumat (25/3/2022).

Menurutnya, konflik ini bukan sesuatu yang mudah untuk diselesaikan karena baik Rusia maupun Nato terjebak dalam persaingan militer pola lama. Mereka masih membayangkan peran militer saat ini sama seperti saat terjadi perang dingin. Padahal, dalam konteks keamanan global sesungguhnya sudah berubah.

“Rusia melihat barat atau NATO sebagai ancaman dan melihat Ukraina sebagai buffer maka dilancarkan serangan. Konteks keamanan tradisional pun mulai bermunculan dan ini tentunya berimplikasi pada dampak sisi geoekonomi,” ucapnya.  

Lebih lanjut, ia mengatakan secara geoekonomi sejak perang dingin usai, pola ancaman dan kerja sama antara negara-negara yang bersaing di saat perang dingin sudah berubah. Hal inilah yang sesungguhnya berimplikasi cukup serius, sebab berbicara geoekonomi bukan sekedar hanya membicarakan bagaimana negara-negara itu bersaing secara ekonomi komersial, tetapi bagaimana mereka juga bekerja sama.

Bahkan, persaingan antara Rusia dan negara-negara Uni Eropa dalam 20 tahun terakhir dinilai  tidak secara langsung menghasilkan pada persaingan yang negatif, namun justru secara geoekonomi memunculkan potensi untuk bekerja sama. Konflik inilah yang kemudian cukup mengganggu pola kerja sama yang sudah terlihat antara Rusia dan negara-negara Eropa.

“Sejak ada perluasan anggota Uni Eropa kolaborasinya mulai nampak. Salah satu contoh soal suplai natural gas melalui jalur pipa. Beberapa negara kan sudah punya rencana jangka panjang untuk memanfaatkan perubahan geoekonomi ini dengan Rusia,” ungkapnya.

Meski tidak secara langsung, kata Riza, konflik inipun berdampak pada Indonesia. Pada pergerakan komoditas, Indonesia bergantung suplai bahan makanan terutama gandum dari kedua negara yang tengah berkonflik.

Hal tersebut patut diwapadai terutama soal harga. Meski begitu diyakini bila para pelaku usaha di bidang ini secara jangka pendek dan menengah sudah menyiapkan langkah-langkah antisipatif dengan mencari sumber suplai bahan makanan dari negara-negara lain seperti Amerika, Australia dan lain-lain.

“Melihat kontribusi Ukraina dan Rusia yang cukup signifikan terhadap suplai bahan makanan berbasis gandum ini,  kita patut waspada kalau konfliknya berkepanjangan. Secara permanen kita harus menengok di luar kedua negara tersebut,” tuturnya.

Dampak lain yang juga patut diwaspadai adalah dampak fluktuasi harga minyak atau sumber energi yang lain. Terlebih sejak 2007, Indonesia sebagai negara net importir atau impor BBM.

Hal lainnya yang perlu mendapat perhatian berkaitan dengan industri manufakturing dan industri pengolahan terutama yang berkaitan dua sektor yaitu sektor elektronik dan otomotif. Konflik ini dinilai berpengaruh pada suplai chain atau rantai pasokan. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Baca juga:   Jelang Pilwalkot DPD Golkar Munculkan Sejumlah Nama
Editor:
Tags: invasi rusiaPerang Rusia UkrainaRusiaUkraina


Related Posts

Viktor Gyokeres. (AFP)
HEADLINE

Hat-trick Viktor Gyokeres Hancurkan Ukraina: Swedia Melaju ke Final Play-off Piala Dunia 2026

27 Maret 2026
Foto: Api dan asap mengepul dari truk yang terbakar di lokasi fasilitas gudang yang terkena serangan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di desa Murovane, di luar Lviv, Ukraina, 6 September 2024. (via REUTERS/STATE EMERGENCY SERVICE OF UKRAI)
HEADLINE

Oreshnik Mengancam Perbatasan NATO: Rusia Tembakkan Rudal Hipersonik ke Ukraina Barat

13 Januari 2026
Foto: Bendera Rusia (File Photo Reuters)
HEADLINE

Rusia Kritik IOC: Standar Ganda Soal Larangan Event Olahraga di Indonesia

24 Oktober 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.