CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Suniah Dedikasikan Diri untuk Pasien Tak Mampu

Yatni Setianingsih
22 April 2022
Suniah Dedikasikan Diri untuk Pasien Tak Mampu

Suniah (foto : Humas Pemprov Jabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Suniah (42) meraih penghargaan dari Pemerintah Pusat atas perjuangan dan dedikasinya untuk memberdayakan masyarakat. Penghargaan diberikan secara virtual oleh Ibu Presiden Iriana Joko Widodo dan Ibu Wakil Presiden Wury Estu Ma’ruf Amin dari Istana Negara.

Puncak peringatan Hari Kartini tahun 2022 tingkat nasional dilakukan secara hybrid diikuti seluruh provinsi termasuk Jawa Barat yang dihadiri Gubernur Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Kamis (21/4/2022).

Suniah (42), merupakan warga RT 02/05 Kedungkrisik Utara, Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon. Suniah mendapat penghargaan untuk bidang kesehatan. Kader kesehatan yang juga relawan bidang sosial ini, terjun ke masyarakat untuk membantu orang sakit yang dhuafa atau yang memiki keterbatasan ekonomi untuk berobat ke kota besar (Bandung/Jakarta).

“Kami fasilitasi dengan mobil gratis dan rumah singgah gratis, juga makan, insyaallah ada,” ucapnya.

Baca juga:   Banyak Diminati, FKIP UNPAS Buka Tiga Gelombang pada PMB 2019

Menurut Suniah, yang saat ini bergabung dengan Yayasan Sedekah Rombongan, sejak tahun 2016 lalu itu, awal mula dirinya terjun membantu masyarakat kurang mampu untuk mendapat pelayanan kesehatan, ketika dirinya merasa iba dengan tetangganya yang sakit tetapi sulit untuk mendapat pengobatan.

“Awalnya di belakang rumah, itu ada tetangga (jompo) yang sakit, dia tidak punya anak dan sakit bagian kanker tulang hidung,” kata Suniah.

“Saya terpanggil dengan jeritan tangis dia yang tiap malam menangis terus. Dalam batin hati saya ‘Ya Allah gimana saya harus berbuat apa, dengan orang ini. Ya Allah bagaimana caranya saya bisa bantu,” cetusnya.

Suniah mengaku, dirinya terus berusaha mencoba mencari dan mendatangi yayasan-yayasan atau lembaga yang bisa membantu tetangganya, hingga akhirnya bertemu dengan Yayasan Sedekah Rombongan.

Baca juga:   Gol Florian Wirtz Offside Tapi Disahkan dalam Laga Kontra Fulham

“Alhamdulillah ketemu Sedekah Rombongan. Niat saya ingin bantu orang, dan alhamdulilah untuk warga terdekat bisa bantu,” ujarnya.

Wilayah Cirebon

Selain warga sekitar, saat ini masyarakat yang terbantu dengan perjuangan Suniah hingga wilayah 3 Cirebon, yang meliputi Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Kuningan dan Kabupaten Indramayu.

“Di Sedekah Rombongan tanpa ada gaji, bantu orang dengan ikhlas. Alhamdulillah dengan keikhlasan ini saya diberangkatkan umroh,” ujarnya.

Suniah menuturkan, sudah banyak pasien kurang mampu yang terbantu untuk mendapat pelayanan kesehatan. Penyakit yang dialami pasien pun beragam, namun yang terbanyak adalah kanker, paru-paru hingga jantung.

“Lebih sari 100 pasien sudah kita bantu. Sebelumnya kita survei dulu, perlu tidaknya pasien dibantu pendampingan. Kalau di RS ada BPJS,” kata Suniah.

“Pendampingan tidak hanya saat dibawa ke RS saja, tapi sampai tahunan, ada yang 5-6 tahun, sampai ada yang hingga meninggal,” jelasnya.

Baca juga:   Jose Mourinho Memburu Sejarah: Ambisi Besar Benfica Menumbangkan Real Madrid Demi Mengunci Tiket Playoff Liga Champions Di Estadio Lisbon

Suniah menjelaskan bahwa biaya yang digunakan untuk membantu para pasien berasal dari para donatur. Sebelumnya yang sakit mereka sebarkan profilenya, dari situ banyak masyarakat yang siap membantunya.

“Seminggu saya bisa memberangkatkan tiga kali, dalam mobil 2-3 pasien ke Bandung. Termasuk pasien anak, kita juga bantu untuk susu dan popoknya,” jelas ibu tiga anak ini.

Suniah berharap ada bantuan dari pemerintah khususnya dalam pengadaan kendaraan (mobil) untuk antar-jemput pasien yang lokasinya cukup jauh.

“Biaya bantuan pemerintah belum ada. Harapannya bantuan kendaraan karena kendaraan masih menjadi kendala untuk menjangkau pasien, kadang tunggu suami pakai kendaraan (motor) untuk jemput pasien,” pungkas Suniah. (*/ytn)

 

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: cirebonpejuang


Related Posts

Pegi Setiawan Melawan, Ajukan Praperadilan di Kasus Vina Cirebon
HEADLINE

Pegi Setiawan Melawan, Ajukan Praperadilan di Kasus Vina Cirebon

21 Juni 2024
Bey Machmudin Angkat Bicara terkait Kasus Vina Cirebon
HEADLINE

Bey Machmudin Angkat Bicara terkait Kasus Vina Cirebon

22 Mei 2024
DPRD Jabar : Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon Harus Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Masyarakat
PASJABAR

DPRD Jabar : Alun-alun Kejaksan Kota Cirebon Harus Tingkatkan Indeks Kebahagiaan Masyarakat

13 Mei 2022

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.