CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASKESEHATAN

Menkes Ungkap Faktor Risiko Terbesar Penyebab Gangguan Ginjal Akut

Nurrani Rusmana
3 November 2022
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito (kiri) mengikuti rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kanan) bersama Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti Lukito (kiri) mengikuti rapat kerja dan rapat dengar pendapat dengan Komisi IX di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11/2022). (Foto: antaranews.com)

Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, WWW.PASJABAR.COM — Faktor risiko terbesar penyebab kematian pasien gangguan ginjal akut di Indonesia adalah keracunan senyawa kimia Etilon Glikol (EG) dan Dietilon Glikol (DEG) yang melebihi standar aman pada obat.

“Posisi kami di Kemenkes clear, bahwa faktor risiko terbesar dari kejadian gangguan ginjal akut adalah senyawa EG dan DEG yang melebihi standar yang diminum anak-anak,” kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin dalam Rapat Kerja bersama Komisi IX DPR yang diikuti dalam jaringan di Jakarta, Rabu (2/11/2022) kemarin.

Dilansir dari ANTARA pada Kamis (3/11/2022), Menkes menyebut faktor lain yang memiliki kemungkinan kecil bisa memicu gangguan ginjal akut adalah infeksi, kelainan genetik, dehidrasi berat, kehilangan darah.

Baca juga:   Warga Diminta Waspada Potensi Bencana Pengujung Tahun

Menurutnya, kasus gagal ginjal akut di Indonesia selalu terjadi setiap tahun. “Tapi karena jumlahnya tidak besar, ini menjadi insiden yang sama seperti penyakit lain,” ujarnya.

Kasus Gangguan Ginjal Akut Tahun 2022

Berdasarkan laporan Kemenkes sejak awal 2022, kasus gangguan ginjal akut mencapai rata-rata satu hingga dua pasien per bulan. Jumlah kasus mulai melonjak akhir Agustus 2022 mencapai 35 pasien.

Baca juga:   Nugroho Budi Wiryanto Gantikan Tri Soewandono, Jabat Pangdam III/Siliwangi

“Waktu itu yang meninggal sekitar 50 persen dari kasus di Agustus, sehingga September 2022 kami mulai bergerak menelusuri kasusnya,” ungkapnya.

Dia menjelaskan laporan lonjakan kasus diperoleh Kemenkes dari laporan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta sebagai rujukan nasional untuk pasien ginjal.

“Sebenarnya informasi lonjakan mulainya dari RSCM sebagai sistem monitoring kami. Ini mulai tidak wajar, ada kenaikan tinggi,” katanya.

Penelusuran penyebab kasus tersebut dimulai dengan menganalisa secara laboratorium patologi terhadap virus dan bakteri. Tapi, semuanya memiliki tingkat akurasi berkisar 0-7 persen.

“Kami baru mendapat trigger, begitu ada kejadian serupa di Gambia, Afrika pada 5 Oktober 2022, dan itu penyebabnya adalah keracunan obat,” ucapnya.

Baca juga:   Gagal Ginjal Akut Merebak, Jabar Bentuk Satgas Penanganan

Dari hasil pengecekan darah para pasien di Indonesia, kata Budi, 74 persen disebabkan oleh keracunan obat yang disebabkan EG dan DEG yang sama seperti di Gambia. Lebih dari 50 persen pasien, memiliki kandungan senyawa perusak ginjal itu di darahnya.

“Kami biopsi, pasien terkonfirmasi meninggal karena pengaruh EG dan DEG dan kami kasih obat penawar EG dan DEG, terkonfirmasi efektif,” kata Menkes. (ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: DEGEGgangguan ginjal akutmenkes


Related Posts

Menkes
HEADLINE

Menkes Minta Unpad Perbaiki Serius dan Sistematis Penyelenggaraan PPDS di Indonesia

21 April 2025
Kasus Gangguan Ginjal Akut, Pemerintan Stop Peredaran Obat Sirop Praxion
PASKESEHATAN

Kasus Gangguan Ginjal Akut, Pemerintan Stop Peredaran Obat Sirop Praxion

6 Februari 2023
Pasien Anak yang Alami Gangguan Ginjal Akut Meninggal Usai Konsumsi Obat Praxion
HEADLINE

Pasien Anak yang Alami Gangguan Ginjal Akut Meninggal Usai Konsumsi Obat Praxion

6 Februari 2023

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.