CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

PMM Unpas, Pidi Baiq Berbagi Inspirasi dari Novel Dilan 1990

Nissa Ratna
15 November 2022
Modul Nusantara PMM Unpas, Pidi Baiq Berbagi Inspirasi dari Novel Dilan 1990

Modul Nusantara PMM Unpas, Pidi Baiq Berbagi Inspirasi dari Novel Dilan 1990 (Foto: unpas.ac.id)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Dilan 1990 membuktikan kesuksesannya sebagai film terlaris sepanjang 2018. Film yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq itu mengantongi lebih dari 6,3 juta penonton hingga akhir penayangannya.

Popularitas film Dilan 1990 melahirkan berbagai spekulasi tentang siapa sosok di balik dua tokoh utama film tersebut, Milea dan Dilan, juga alasan Pidi Baiq menulis novel Dilan 1990.

Inspirasi hingga hal-hal yang memengaruhi penulisan novel trilogi Dilan, diceritakan Pidi Baiq dalam Webinar Inspirasi Modul Nusantara dan Bedah Buku Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990 yang diselenggarakan Universitas Pasundan, Sabtu (12/11/2022).

Baca juga:   Sekda Ingin Dishub Tertibkan Terminal Bayangan dan Trotoar

Tak hanya bercerita tentang percintaan, novel Dilan juga menyisipkan nilai agama, heroisme, sosial, seni, budaya, dan kisah-kisah anak muda.

Novel Dilan banyak diburu karena mengisahkan romansa anak SMA yang tidak biasa dengan latar belakang 1990-an dan sensasi humor yang agak nyeleneh.

Bahasa yang digunakan juga ringan untuk dibaca, hingga penggambaran tokoh Dilan dan Milea yang inspiratif, dilihat dari percintaan, kesetiakawanan, sampai pandangan hidup.

Tidak Ada Cara Khusus Untuk Mencari Ide

Baginya, tidak ada cara khusus untuk mendapatkan ide. Pidi Baiq mengatakan, ide cerita novel Dilan justru muncul dan dipengaruhi situasi saat dia berada di Rusia.

Baca juga:   Bawaslu Kabupaten Bandung Konvoi Cegah Politik Uang Jelang Pencoblosan

“Ketika di Rusia, saya merindukan Bandung. Saya berpikir mengapa saya rindu Bandung, khususnya tempat tinggal saya, Ciwastra. Padahal, secara visual Ciwastra tidak lebih indah dari Rusia,” katanya.

Menurutnya, untuk membuat sebuah karya, tidak cukup jika hanya memikirkan selera sendiri, tapi juga selera masyarakat. Bisa jadi, percintaan remaja era 1990-an dan setting Kota Bandung yang khas menjadi pembeda novel Dilan dengan novel lainnya.

“Kenapa Ciwastra, bukan Rusia? Karena di sanalah saya jatuh cinta, berantem, bolos sekolah, dan putus cinta. Ciwastra jadi tempat yang memberikan cerita masa remaja, sehingga Ciwastra lebih terlibat dalam hidup saya,” jelasnya.

Baca juga:   Pemerintah Kota Bandung Percepat Perekaman E-KTP untuk Pemilih Pemula Pilkada 2024

Dasar pemikiran itulah yang melahirkan kutipan ikonik “Dan Bandung, bagiku, bukan cuma masalah geografis, lebih jauh dari itu melibatkan perasaan, yang bersamaku ketika sunyi” yang terpampang di tembok jembatan dekat alun-alun Bandung.

“Dibanding teori, yang terpenting dari sebuah cerita adalah emosi. Waktu produksi film Dilan, saya yang mengatur emosinya, karena saya yang tahu. Meski ada kekurangan teknis, setidaknya penonton tetap bisa menikmatinya karena emosional,” tambahnya. (*/Nis)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: Pidi BaiqPMM Unpas


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.