CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Kematian Karena Asma Di Bandung Meningkat

Yatti Chahyati
27 Februari 2019
Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, PASJABAR.COM – Jumlah penderita asma di Kota Bandung, terus mingkat bahkan angka kematian karena asma dalam satu tahun terakhir meningkat dua kali lipat.

Hal tersebut diungkapkan Dinas Kesehatan Kota Bandung, melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung, Kamalia Purbani, kemarin (26/1/2019).

Dipaparkannya, pada tahun 2017, jumlah kasus penyakit asma sebanyak 8.333 kasus dengan angka kematian sebanyak 68 kasus. Sedangkan di tahun 2018 pengidap penyakit asma meningkat menjadi 12.332 kasus dan 127 kasus di antaranya menyebabkan kematian.

Kamalia Purbani menuturkan, Pemkot Bandung sudah mengeluarkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 315 Tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Pemkot Bandung juga telah membentuk Satgas KTR pada Maret 2018. Regulasi tersebut dikeluarkan karena asap rokok dinilai menjadi penyebab utama penyakit asma.

“Salah satu pencetus asma ini asap rokok, sehingga ini tidak hanya dari sektor kesehatan saja tapi perlu penegakan aturan. Tapi itu tergantung pada pola hidup sehat juga,” ucap Kamalia saat membuka Kick Off program Healthy Lung di Hotel Malaka, Jalan Halimun, Bandung, Selasa (26/2/2019).

Baca juga:   E-Penting, Aplikasi Analisa Data Lebih Cepat untuk Intervensi Stunting

Kick Off Healty Lung ini merupakan pertemuan awal dari Dinas Kesehatan dalam rangka pencegahan dan penanganan asma guna menciptakan paru-paru yang sehat. Program ini didukung oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, AstraZeneca dan Project Hope. Para dokter dan perwakilan dari 20 Puskesmas juga turut hadir di acara ini.

Kamalia berharap, Dinkes Kota Bandung lebih banyak membuat pelatihan bagi para tenaga medis khusus untuk pencegahan dan penanganan penyakit asma. Sehingga, kualitas pelayanan kesehatan di Kota Bandung juga bisa terus meningkat. Utamanya dalam rangka menciptakan paru-paru sehat.

Baca juga:   Kasus DBD di Kota Bandung Capai 2.215 Orang, 8 Diantaranya Meninggal Dunia

“Perlu ada edukasi tidak hanya kepada pasien, orang tua dan masyarakat, tetapi dokter juga ataupun petugas kesehatan lainnya harus update untuk menangani asma ini, karena bisa jadi ilmu penanganan ada yang sudah lebih baru lagi daripada yang sudah berpuluh-puluh tahun lalu,” terangnya.

‎Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Bandung, Rita Verita mengakui jika kasus penyakit asma mengalami peningkatan.

“Asma ini penyakit yang harus mendapatkan perhatian lebih. Karena kasus yang terjadi cukup tinggi. Tugas kita sebagai petugas kesehatan harus betul-betul berkonsentrasi kepada penyakit asma ini,” ujar Rita.

Rita menuturkan, program paru-paru sehat ini merupakan kegiatan berkelanjutan seja‎k 2018 silam, dan akan berlangsung hingga Oktober 2019 mendatang. Kota Bandung yang menjadi salah satu kota pilot project di Indonesia ini menyertakan 20 puskesmas.

Rita memaparkan, di 20 Puskesmas ini terpantau menjadi wilayah yang memiliki angka kasus asma cukup tinggi. Pertimbangan lainya, sambung dia, di puskemas-puskesmas ini mempunyai akses yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Baca juga:   DPC Gerindra Kota Bandung Bagikan Paket Makanan untuk Anak dan Ibu Hamil

‎”Yang terpenting pelayanan primer di puskesmas. Di Kota Bandung sudah kami laksanakan, promosi, sosialisasi dan pelatihan. Walau pun belum semuanya. Tetapi insya Allah akan kita tingkatkan untuk pencegahan penyakit asma ini dengan baik,‎” ungkapnya.

Lebih lanjut Rita juga mengimbau masyarakat terus meningkatkan pola hidup sehat. Di samping itu, sebisa mungkin menghindari asap rokok karena menjadi penyebab utama terjadinya asma.

‎”Penyakit asma ini bisa karena bawaan, infeksi, kehidupan sehari-hari, tidak menular. Itu salah satu pengaruh dari luar itu asap rokok‎. Pencegahannya tadi salah stunya menghindari asaprokok, pola hidup bersih dan sehat, mencegah alergennya, dan rajin olah raga‎,” katanya. (put)‎

Print Friendly, PDF & Email
Editor:
Tags: dinkes kota bandungkematian akibat asmapenderita asma


Related Posts

cuaca bandung 29 maret
HEADLINE

Bandung Menggigil! Cuaca Dingin Picu Ancaman Flu dan ISPA

15 Januari 2026
DBD di Bandung
HEADLINE

DBD di Bandung Diprediksi Naik 2026, Dinkes Imbau Perketat PSN 3M

11 Januari 2026
waspada DBD
HEADLINE

Musim Hujan, Dinkes Bandung Imbau Waspada DBD

2 Desember 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.