CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASJABAR

Hewan Ternak di 13 Daerah Jabar Masih Terdampak Penyakit Mulut dan Kuku

Uby
30 Januari 2023
Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Tahun 2023 di UPTD BPTSP dan HPT Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Tahun 2023 di UPTD BPTSP dan HPT Lembang, Kabupaten Bandung Barat. (Foto: uby/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Provinsi Jawa Barat belum sepenuhnya terbebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. Pasalnya, dari 27 kabupaten/kota di Jawa Barat, 13 di antaranya masih terdampak penyakit yang disebabkan oleh virus tersebut.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat Mohammad Arifin Soedjayana saat menghadiri kegiatan Kick Off Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Tahun 2023 di UPTD BPTSP dan HPT Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Baca juga:   5 Peristiwa Kemarin, Polemik Masjid Raya Depok Hingga Penanganan Banjr Gedebage jadi Lebih Lama

“Asalnya di 27 kabupaten/kota terdampak (PMK) semuanya, kini tinggal 13 (kabupaten/kota yang terdampak),” kata Arifin.

Dengan masih adanya wilayah yang terdampak, dia menuturkan, pemerintah berkomitmen untuk memperketat lalu lintas distribusi hewan ternak.

“Ada ear tag jadi akan kelihatan kalau sudah dua kali vaksin ditambah surat keterangan kesehatan hewannya, bisa masuk. Itu juga menjadi salah satu syarat masuk ke suatu wilayah,” ucapnya.

Baca juga:   Bandung Zoo Beri Satu Tiket Gratis Keluarga yang Sudah Pemilu

Diterangkan Arifin, secara teknis, Jabar memiliki tiga lokasi cek poin untuk distribusi hewan ternak seperti di Banjar, Losari Cirebon, dan Gunungsindur Bogor.

Pada setiap titik cek poin bekerja sama dengan institusi TNI-POLRI, BPBD, Dinas Perhubungan yang disertai petugas vaksin.

“Kita juga melakukan mobile check point’ tidak statis di lokasi yang tiga itu. Kalau (kedapatan hewan ternak) belum di vaksin dan juga sehat, kita vaksin di situ,” katanya.

Baca juga:   Pemprov Jabar Luncurkan Platform Penjaminan PION

Selain mendapati kasus PMK di beberapa pasar hewan, dia membeberkan, kasus PMK terbanyak di Jabar terjadi di daerah Indramayu.

“Terbanyak di Indramayu, lalu lintasnya dekat ke jawa apalagi mau Iedul Adha mereka udah nyetok, mungkin ada yang lolos dari check point’, mereka cari jalan lain, dan juga kebanyakan itu yang di angon,” ujarnya. (uby)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: PMK PMK di Jabar


Related Posts

No Content Available

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.