CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home HEADLINE

Observatorium Bosscha Lakukan Pengamatan Hilal Bulan Ramadan

Nurrani Rusmana
22 Maret 2023
Observatorium Bosscha Lakukan Pengamatan Hilal Bulan Ramadan 1444 H

Observatorium Bosscha. (Foto: Instagram @bosschaobservatory)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM — Tim Observatorium Bosscha melaksanakan pengamatan hilal di Observatorium Bosscha, Lembang, pada tanggal 21-23 Maret 2023 dari pagi hari hingga Bulan terbenam di ufuk Barat.

Kegiatan pengamatan bulan sabit oleh Observatorium Bosscha ditujukan untuk meneliti ambang visibilitas (kenampakan) bulan sebagai fungsi dari elongasi terhadap ketebalan sabit bulan, juga dalam rangka rukyatul hilal bulan Ramadan 1444 H.

Baca juga:   Pasar Ramadan Pusdai Tempat Favorit Berburu Takjil

Rukyatul hilal dilaksanakan pada 22 Maret 2023 mulai sore hari hingga Bulan terbenam. Sabit bulan yang tampak setelah Matahari terbenam pada tanggal tersebut dikenal sebagai hilal.

Pengamatan dilakukan dengan menggunakan sebuah teleskop refraktor berdiameter 106 mm yang dilengkapi detektor kamera berbasis CMOS (Complementary Metal-Oxide Semiconductor).

“Citra yang ditangkap oleh kamera kemudian diproses menggunakan perangkat pengolahan citra untuk meningkatkan kualitas tampilan sabit bulan. Perangkat lunak ini dikembangkan secara mandiri oleh peneliti di Observatorium Bosscha,” tulis Press Release Observatorium Bosscha yang dikutip Pas Jabar, Rabu (22/3/2023).

Baca juga:   Megawati Hangestri: Bertahan di Korea atau Pindah Klub?

Data hilal Ramadan menunjukkan bahwa di Indonesia, elongasi Bulan dan Matahari merentang antara 8,8° – 10,6° dan ketinggian Bulan merentang antara 6,5° – 9,0°.

Di Indonesia, pihak yang berwenang menentukan awal bulan Hijriah penting, seperti Ramadan, adalah pemerintah Republik Indonesia melalui proses sidang isbat.

“Tugas Observatorium Bosscha adalah menyampaikan hasil perhitungan, pengamatan, dan penelitian tentang hilal kepada unit pemerintah yang berwenang jika diperlukan sebagai masukan untuk sidang isbat,” tulis dalam Press Release.

Baca juga:   Ratusan Warga Ziarah ke TPU Cikutra Jelang Ramadan

Masyarakat dapat mengakses data dan hasil pengamatan hilal di website Observatorium Bosscha https://bosscha.itb.ac.id. (*/ran)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: awal RamadanObservatorium Bosschapengamatan hilalramadan


Related Posts

ramadan
HEADLINE

Pola Makan Setelah Ramadan Perlu Diatur agar Terhindar Risiko Penyakit

16 Maret 2026
malam lailatul qadar
HEADLINE

Malam Lailatul Qadar, Ratusan Jamaah Itikaf di Masjid Habiburahman Bandung

13 Maret 2026
Pemain Persib Bandung, Federico Barba tak kesulitan menjalani liga di bulan Ramadan. (Persib)
HEADLINE

Federico Barba Bicara Atmosfer Ramadan di Persib: Adaptasi Jadwal Bukan Masalah bagi Eks Bek Como

7 Maret 2026

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.