CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Minggu, 10 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASPENDIDIKAN

Kemendikbudristek Sebut Para Guru Harus Merubah Paradigma Pada Proses Pembelajaran

Budi Arif
28 Mei 2023
Workshop Kurikulum Merdeka, yang diikuti 104 peserta dari Guru, Komite, dan relawan pendidikan dari jenjang Kelompok Belajar/PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB Se Jawa Barat

Workshop Kurikulum Merdeka, yang diikuti 104 peserta dari Guru, Komite, dan relawan pendidikan dari jenjang Kelompok Belajar/PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB Se Jawa Barat. (Foto: rif/pasjabar)

Share on FacebookShare on Twitter

BANDUNG,WWW.PASJABAR.COM — Kemendikbudristek lakukan penguatan peningkatan kualitas pelayanan bagi peserta didik, harus melalui pendekatan humanis. Hal itu sebagai implementasi Kurikulum Merdeka. Sehingga, para peserta didik bisa tumbuh dan berkembang sesuai potensinya.

Dorongan tersebut, dikuatkan Kemendikbudristek melalui kegiatan Workshop Kurikulum Merdeka, yang diikuti 104 peserta dari Guru, Komite, dan relawan pendidikan dari jenjang Kelompok Belajar/PAUD, SD, SMP, SMA, SMK, SLB Se Jawa Barat. di Bandung, Sabtu (27/5/2023).

Plt Kepala Pusat Kurikulum dan Pembelajaran pada Kemendikbudristek, Zulfikri mengatakan, guru-guru atau pendidik harus mulai mengubah paradigma dalam proses pembelajaran. Artinya, guru harus memberikan pelayanan pendidikan dengan pendekatan persuasif.

Baca juga:   Program Pertukaran Mahasiswa Merdeka 4 Sudah Dibuka, Ini Syaratnya

“Tumbuh kembang anak itu diluar kehendak pendidik, tumbuh kembang anak itu sesuai dengan fitrahnya dan kodratnya sebagai makhluk yang berpikir, maka olah pikirnya, olah hatinya, olah rasanya,” kata Zulfikri, di Hotel Aryaduta Bandung.

Secara teknis, Zulkifli menekankan, Kurikulum Merdeka lebih memfokuskan agar bagaimana para pendidik mampu meningkatkan pelayanan kepada peserta didik. Langkah tersebut penting untuk mengembalikan khittah atau tujuan awal pendidikan.

“Ini lebih kepada mengubah mindset, supaya guru-guru meningkatkan kualitas belajar dan hubungan batin antara guru dan siswa, sehingga guru lebih bisa memahami kebutuhan anak-anak,” tegasnya.

Baca juga:   Raisya Mardhiya Terus Belajar dan Menikmati Hidup

Di tempat sama, Anggota Komisi X DPR RI, Ledia Hanifah Amalia mendukung upaya Kemendikbudristek dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Baginya, langkah tersebut akan membuat guru-guru semakin berkembang termasuk mencapai standar kurikulum.

“Meskipun kurikulum bukan satu-satunya, karena hanya bagian upaya kita untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia,” kata politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Dikatakan Ledia, Komisi X bersama Kemendikbudristek juga terus menggencarkan workshop dan sosialisasi untuk mempercepat pemahaman para pendidik. Selain itu, ia juga menekankan pentingnya pembelajaran tatap muka agar kualitas guru-guru kian meningkat.

“Ternyata kalau ingin meningkatkan kualitas guru tidak cukup dengan online, karena saat mereka berinteraksi kan jadi pembelajaran. Bagaimana mereka mengubah cara berpikir, karena harus proaktif. Ketika guru proaktif, siswanya aktif, jadi akan ketemu.

Baca juga:   Tel-U Ciptakan 14 Produk Inovasi Bantu Operasional SEIN Farm

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar, Wahyu Mijaya menyampaikan rasa terima kasihnya atas inisiasi Kemendikbudristek menggelar Workshop Kurikulum Merdeka. Ia berharap semakin banyak workshop yang dilakukan agar pemahaman guru-guru, termasuk di Jawa Barat semakin meningkat.

“Sekolah-sekolah swasta dan sekolah negeri juga terus simultan mengikuti kegiatan seperti ini. Sehingga pemahaman di lapangan tentang pembelajaran kurikulum merdeka bisa lebih optimal. (rif)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nurrani Rusmana
Tags: gurukemendikbudristek


Related Posts

Krisis Otoritas Guru: Menegur Murid yang Bermasalah atau Menghadapi Ancaman Pidana
PASPENDIDIKAN

Krisis Otoritas Guru: Menegur Murid yang Bermasalah atau Menghadapi Ancaman Pidana

29 November 2024
Konsentrasi di Era Digital: Tugas Pendidik dalam Membentuk Pembelajaran yang Efektif
PASPENDIDIKAN

Konsentrasi di Era Digital: Tugas Pendidik dalam Membentuk Pembelajaran yang Efektif

29 November 2024
Danlanud Husein Sastranegara: Ayo Cegah Kasus Bullying Dini di Sekolah
HEADLINE

Danlanud Husein Sastranegara: Ayo Cegah Kasus Bullying Dini di Sekolah

18 Juli 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.