CLOSE ADS
CLOSE ADS
PASJABAR
Sabtu, 9 Mei 2026
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI
No Result
View All Result
PASJABAR
No Result
View All Result
Home PASBANDUNG

Aplikasi “BERSUARA”, Inovasi Tim IDE Mahasiswa ITB yang Bantu Cegah Perundungan di Sekolah

Nissa Ratna
13 Juli 2023
Hal yang menyebabkan terjadinya perundungan pada anak.

Ilustrasi: Perundungan anak. (Pixabay)

Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Tim IDE dari Institut Teknologi Bandung (ITB) menorehkan prestasi dalam acara “Ideathon Inovasi Sosial 2023: Muda Urun Ide untuk Kota Bandung” yang diselenggarakan oleh World Resources Institute (WRI) Indonesia.

Tim ini terdiri dari tiga mahasiswa ITB dengan jurusan yang berbeda, yaitu Deftendy Virgiatman dari jurusan Teknik Fisika, Eli Sulistyowati dari jurusan Manajemen, dan Indira Akmalia Hendri dari jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota.

Mereka berhasil meraih gelar juara 1 pada Proyek Safe and Sound Cities (S2Cities) yang merupakan tema besar dalam acara Ideathon tersebut.

Proyek Safe and Sound Cities (S2Cities) yang diadakan oleh WRI Indonesia memiliki fokus pada solusi inovatif terkait isu-isu spesifik yang terjadi di Kota Bandung.

Dalam Ideathon ini, peserta diminta untuk mengirimkan proposal mengenai solusi inovatif dalam tiga tema spesifik, yaitu perundungan di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat, pengelolaan sampah yang melibatkan pemuda, serta penciptaan ruang publik (placemaking) di Kelurahan Kopo, Kecamatan Bojongloa Kaler.

Baca juga:   Mees Hilgers dan Eliano Reijnders Perkuat Indonesia Lawan Bahrain

Salah satu anggota tim, Deftendy Virgiatman mengatakan tim mereka mempresentasikan inovasi berupa aplikasi bernama “BERSUARA”.

Aplikasi ini akan terintegrasi untuk memulihkan korban perundungan melalui pendekatan dari seorang psikiater sekaligus peneliti, Judith Herman.

“Pendekatan ini menjelaskan bahwa terdapat beberapa tahapan dalam model penerimaan dari trauma yang dialami oleh korban perundungan, yaitu tahap security, reconciliation, reconsolidation, dan transformation,” ucapnya.

Lebih lanjut, Deftendy menjelaskan bahwa aplikasi “BERSUARA” memiliki tiga fitur utama, yaitu report, feedback, dan community.

Ciptakan Keamanan Bagi Korban

Pada tahap security, aplikasi ini menciptakan keamanan bagi korban untuk menyampaikan pengalaman mereka melalui fitur report.

Laporan yang masuk akan langsung ditangani oleh Pusat Pembinaan dan Pemberdayaan Anak (P3A) dan Bimbingan Konseling (BK) Sekolah.

Baca juga:   Produktifitas dan Prestasi Jadi Prioritas Ichsan Duta Kampus Unpas

Pada tahap rekonsiliasi, korban diharapkan dapat memahami dan menerima kejadian yang terjadi melalui fitur feedback.

Fitur ini memungkinkan korban untuk melakukan konseling dengan para pakar yang terintegrasi dengan P3A, guru BK, dan konselor sebaya.

Selanjutnya, pada tahap rekonsolidasi, korban dapat memulai kembali kehidupan mereka setelah mengalami trauma.

Hal ini diimplementasikan melalui fitur community yang memungkinkan para korban untuk saling mendukung satu sama lain.

Fitur ini bekerja sama dengan Forum OSIS Kota Bandung (FOTBAN), Forum Komunikasi Anak Kota Bandung (FOKAB), dan akademi perlindungan anak.

Sementara itu, pada tahap terakhir, yaitu tahap transformasi, hasil pemulihan trauma korban akan tetap dijangkau melalui komunitas mereka sebagai bukti bahwa setiap korban perundungan dapat pulih kembali.

Fitur ini juga bekerja sama dengan FOTBAN dan FOKAB

Selain aplikasi “BERSUARA”, tim IDE juga mengusulkan ide solusi berupa kampanye media sosial untuk membagikan pengalaman korban yang telah melewati keempat tahapan tersebut.

Baca juga:   Bandung Menggigil! Cuaca Dingin Picu Ancaman Flu dan ISPA

Dengan harapan, kampanye ini dapat menjadi inspirasi bagi korban perundungan lainnya.

Keberhasilan tim IDE dalam mengajukan ide solusi inovatif melalui aplikasi “BERSUARA” dan kampanye media sosial yang mereka usulkan mendapatkan apresiasi tinggi dari juri Ideathon Inovasi Sosial 2023.

Prestasi mereka sebagai juara 1 pada Proyek Safe and Sound Cities (S2Cities) menunjukkan dedikasi dan kemampuan tim IDE dalam memberikan solusi yang relevan terhadap isu perundungan di SMA dan sederajat di Kota Bandung.

“Harapannya, implementasi dari ide dan inovasi yang mereka usulkan dapat memberikan dampak positif dan membantu membangun kota Bandung yang aman dan nyaman bagi semua warganya,” tutupnya. (*)

Print Friendly, PDF & Email
Editor: Nissa Ratna
Tags: Inovasi Mahasiswa ITBmahasiswa ITBPrestasi Mahasiswa ITB


Related Posts

Mahasiswa ITB Joki UTBK
HEADLINE

ITB Benarkan Salah Satu Joki UTBK Merupakan Mahasiswa Di Kampusnya

1 Mei 2025
mahasiswa ITB
PASNUSANTARA

Lewat Program Track Fisika, ITB Dorong Mahasiswa Go Internasional

2 Juni 2024
PMB ITB Program Pascasarjana dan Profesi Termuda Berusia 20 Tahun
PASPENDIDIKAN

PMB ITB Program Pascasarjana dan Profesi Termuda Berusia 20 Tahun

2 Februari 2024

Categories

  • CAHAYA PASUNDAN
  • HEADLINE
  • PASBANDUNG
  • PASBISNIS
  • PASBUDAYA
  • PASDUNIA
  • PASFINANSIAL
  • PASGALERI
  • PASHIBURAN
  • PASJABAR
  • PASKESEHATAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASOLAHRAGA
  • PASPENDIDIKAN
  • PASTV
  • PASVIRAL
  • RUANG OPINI
  • TOKOH
  • Uncategorized
PASJABAR

© 2018 www.pasjabar.com

Navigate Site

  • REDAKSI
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Alamat Redaksi & Iklan

Follow Us

No Result
View All Result
  • PASJABAR
  • PASBANDUNG
  • PASPENDIDIKAN
  • PASKREATIF
  • PASNUSANTARA
  • PASBISNIS
  • PASHIBURAN
  • PASOLAHRAGA
  • CAHAYA PASUNDAN
  • RUANG OPINI

© 2018 www.pasjabar.com

This website uses cookies. By continuing to use this website you are giving consent to cookies being used. Visit our Privacy and Cookie Policy.