Bandung, WWW.PASJABAR.COM – Pemerintah Korea Selatan mulai melakukan pemindahan puluhan ribu peserta Jambore Pramuka sedunia ke 25, dari bumi perkemahan Sae Man-Geum ke Seoul Korea Selatan, seiring akan datangnya Topan Khanun.
Dari 1500 peserta dari Indonesia, 513 diantaranya kontigen Pramuka asal Jawa Barat, gerakan Pramuka Kwartir Jabar memastikan peserta dari Jawa Barat dalam keadaan sehat dan saat ini tengah dilakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman.
Peserta Jambore Pramuka asal Jawa Barat memberikan edukasi kesenian Angklung kepada peserta lain di bumi perkemahan Sae Man – Geum Korea Selatan, sebelum dilakukan evakuasi.
Tak hanya itu, alkurturasi budaya Jawa Barat khususnya dengan budaya Korea Selatan menjadi kegiatan yang bermanfaat dalam rangkaian Jambore Pramuka sedunia yang ke 25.
Setelah adanya informasi akan datang siklon tropis Khanun ke perkemahan tersebut, pemerintah Korea Selatan dengan sigap melakukan pemindahan puluhan ribu peserta Jambore Pramuka ke tempat yang lebih aman.
Gerakan pramuka kwartir Jawa Barat langsung memonitoring para peserta melalui petugas yang ikut mendampinggi di Korea Selatan.
Satu Peserta Mendapat Perawatan Medis
Menurut Syachrul Koswara, wakil sekretaris 1 kwarda Jabar, dalam kegiatan Jambore Pramuka sedunia ada satu peserta pramuka dari sukabumi yang harus mendapatkan perawatan tim medis karena suhu panas dikawasan tersebut, namun demikian peserta tersebut telah kembali sehat dan mengikuti Jambore.
Dari total peserta sebanyak 513 ditambah dengan petugas, semuanya dalam keadaan sehat dan saat ini tengah dilakukan evakuasi pemindahan ke tempat yang aman.
Seluruh proses pemindahan diatur oleh pemerintah Korea Selatan untuk memindahkan peserta yang masih ada dari 155 negara ke tempat yang lebih aman di Seoul dan sekitarnya.
Pemindahan akan dilakukan dengan mengerahkan sekitar 1000 bus yang mulai pukul 08.00, dan diperkirakan akan selesai dalam waktu 14 jam.
Untuk pergerakan pemindahan akan didahulukan peserta didik dan dilanjutkan pemindahan orang-orang dewasa yang tergabung dalam jambore, baik sebagai contingent management team maupun international service team.
Kwarda Jawa Barat pun menghimbau kepada orangtua peserta tidak usak panic, karena para peserta pramuka yang mayoritas SMP dan SMA saat ini kondisinya dalam keadaan aman dan sehat. (Uby)







