BANDUNG, PASJABAR.COM – Salah satu upaya untuk memerang kebodohan dan kemiskinan oleh Paguyuban Pasundan yakni dengan mencitakan wirausahawan baru, yang memiliki 4 karakter.
“Empat karakter ini harus dimiliki para anggota Paguyuban Pasundan dan masyarakat Jawa Barat umumnya, yang akan menjadi wirausahawan,” ujar Ketua Umum Pengurus Besar Paguyuban Pasundan, Prof Didi Turmudzi, dalam Pelatihan Kewirausahaan Sosial Bagi Kelompok Strategis Tahun 2019 di Hotel El Royal, Kamis (4/4/2019).
Didi menyebutkan empat karakter yang harus dimiliki wirausahawan yakni harus memiliki lmu yang menjadikan wirausahawan itu menang dalam persaingan bisnis. “Jadi wirausahawan itu harus memiliki ilmu dan juga budaya yang hebat dalam menjalankan bisnisnya,” ungkapnya.
Kedua, wirausahawan menurut Didi harus berkarakter aksertif yaitu pantang menyerah, ulet, pemberani petarung, fighter “Jadi Harus mampu berani mengambil resiko dalam berbisnis,” tegas mantan Rektor Unpas itu.
Ketiga, Disebutkan Didi wirausahawan harus mampu memiliki network dan jejaring yang luas, sehingga bisa berusaha dimanapun dengan siapapun.
“Dan keempat harus mampu menjadikan semua kesatuan dan tidak bisa dipisahkan. Jadi itu semua bagian dari bisnis,” ungkapnya.
Didi juga mengatakan jika usaha kecil dan menengah sudah menjadi bagian dari Paguyuban Pasundan bahkan dalam anggaran dasar. “Yakni salah satu visi Paguyuban Pasundan dalam memerangi kebodohan dan kemiskinan,” tuturnya.
Oleh karenanya Paguyuban Pasunan selalu menyambut baik berbagai hal yang akan bisa memajukan wirausahawan di Paguyuban Pasundan maupun di Jawa Barat.
“Sayangnya meski banyak potesi yang bisa di garap di KUKM di Paguyuban Pasundan yang diberikan kepercayaan baik dari pemerintahan pusat melalui kementrian-kementrian dan Pemprov, sayangnya memang belum dilakukan dengan baik khususnya dalam penyiapan program dalam proposal. Sehingga itu harus dilatih dan dicarikan keahlian untuk mampu mengajarkan kepada wirausahawan,” harapnya.
Sementara itu, Pelatihan Kewirausahaan Sosial Bagi Kelompok Strategis Tahun 2019 tersebut diselenggarakan oleh Kementrian Koperasi dan KUKM dan didukung oleh Paguyuban Pasundan dan Unpas. (tie)






