BANDUNG, PASJABAR.COM — Hadapi hujan besar yang melanda Kota Bandung beberapa hari ini, Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Bandung siapkan petugas di tiap Unit Pelayanan Teknis Daerah Aliran Sungai (UPT DAS).
“Kami menyiapkan setiaknya 6-10 orang petugas untuk bersiaga di UPT DAS, yang berada di enam wilayah di Kota Bandung,” ujar Kepala DPU Kota Bandung Didi Ruswandi, kepada wartawan Kamis (4/4/2019).
Didi mengatakan, para petugas dibekali peralatan yang sama dengan tim gober. Sehingga, jika ada genangan di satu titik, maka petugas terekat akan langsung mengatasi.
“Misal genangan timbul hanya karena sumbatan sampah, jadi ditangani oleh petugas UPT DAS ini juga cukup,” terang Didi.
Hujan yang mengguyur Kota Bandung Rabu (3/4/2019) lalu, menuru Didi tidak menimbulkan banjir besar di Kota Bandung. Menurut Didi hanya di JL Kawaluyaan dan di perempatan JL Gatot Subroto- JL Kiaracondong.
“Yang terpantau genangan hanya di dua titik itu saja. Itu juga kira-kira hanya setinggi mata kaki,” papar Didi.
Ditanya lebih lanjut Didi tidak mengetahui persis, kenapa tidak ada banjir besar menyusul hujan deras di Kota Bandung.
“Untuk di kawasan Gedebage, tidak ada banjir mungkin karena sudah disimpan mesin pompa di sana. Yang satu dibangun Sumarecon, yang satu dibuat DPU dan dialirkan ke Sungai Cinambo. Sehingga genangan bisa diantisipasi,” bebernya.
Disingung mengenai keberadaan kolam retensi di Sirnaraga, Didi mengatakan keberadaannya cukup membantu mengatasi banjir di Pagarsih.
“Kalau dibilang sangat efektif sekali sih belum ya. Tapi memang membantu mengurangi banjir di Pagarsih,” tambahnya.
Meski demikian, jika ditanya kapasitas, Didi menerangkan masih sangat kecil, untuk bisa menampung debit air dengan curah hujan yang besar.
Tahun ini, program DPU untuk mengatasi banjir adalah mengkoneksikan sumur resapan, sehingga, ketika yang satu penuh akan dialirkan ke sumur resapan lain yang mungkin masih kosong.
“Kita akan bekerjasama dengan DPKP3 (Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Pertamanan,red) untuk mengkoneksikan sumur resapan di perumahan. Karena yang ada selama ini masih bersifat sendiri-seniri,” paparnya.
Sebagai tahap awal, Didi akan memberlakukan ini komplek perkantoran PDU Kota Bandung di JL Cianjur. (put)





