BANDUNG, WWW.PASJABAR.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat (BPBD Jabar) melaporkan terdapat 14 desa di wilayah gempa Kabupaten Sumedang yang terdampak, Sebanyak 84 unit rumah rusak ringan hingga berat. Tidak ada korban jiwa, terdapat luka-luka tertimpa bangunan.
Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman dalam konferensi pers menyatakan, ada tiga wilayah di Kabupaten Sumedang yang terdampak gempa lumayan parah. Yakni Tegalsari, Cipamengpeuk, dan Babakan Bukit.
“Tim sudah diturunkan ke lapangan dari BPBD, BMKG, dan pemda untuk asesmen, mendata kerusakan di lapangan. Sementara ini sudah terkendali, hanya beberapa warga terluka,” jelasnya.
Dua rumah sakit juga dilaporkan ikut terdampak, yakni RSUD Sumedang dan RS Pakuwon. Pasien sempat dievakuasi keluar rumah sakit dan dirawat di tenda darurat.
“Saat kejadian di RSUD Sumedang terdapat 248 pasien rawat inap dan 83 pasien UGD. Bagian yang terdata rusak adalah Paviliun dan ruangan VIP. Pasien saat ini aman dan disiapkan tenda darurat,” ujar Herman.
Diketahui, rentetan gempa terjadi tiga kali pada Minggu (31/12/2023) dengan episentrum di wilayah Kabupaten Sumedang. Kerusakan terjadi pada beberapa bangunan.
Berdasarkan informasi resmi dari konferensi pers BMKG pada Minggu malam, menyebutkan, gempa terjadi tiga kali. Yakni pada pukul 14. 35 WIB, kemudian pukul 15.35, dan gempa ketiga, pukul 20.34. Gempa terakhir, hasil analisa BMKG menunjukkan bahwa gempa bumi ini berkekuatan M 4,8.
Episenter terletak pada koordinat 6.85 LS dan 107.94 BT atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 2 km Timur Laut, Kabupaten Sumedang, pada kedalaman 5 km.
Gempa dapat dirasakan pula di Bandung, Subang hingga Garut. Sampai pukul 20:55 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya tiga aktivitas gempa bumi yang dirasakan di wilayah ini. (*/ran)







